
Declan Rice dan Morgan Rogers adu argumen saat Arsenal menghadapi Chelsea. (givemesport)
JawaPos.com - Arsenal menunjukkan kualitas tim juara saat menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam laga sengit di Stadion Emirates. Hasil itu sekaligus mempertahankan dominasi mereka baru-baru ini atas rival sekota asal London tersebut.
Chelsea datang ke Emirates tanpa pernah menang dalam laga kompetitif melawan Arsenal selama lebih dari lima tahun, namun mereka justru unggul saat pertandingan baru berjalan 77 detik—dan gol itu dicetak oleh pemain yang sempat dikejar habis-habisan oleh tim tuan rumah sepanjang musim panas.
Tendangan voli terukur Morgan Rogers berhasil menaklukkan David Raya, sekaligus menjadi gol keduanya musim ini dan memberikan awal yang gemilang bagi skuad asuhan Xabi Alonso.
Tak lama kemudian, pemeriksaan VAR sempat mempertimbangkan pemberian kartu merah kepada Gabriel; bek asal Brasil itu mengenai kepala Emiliano Martinez dalam sebuah kemelut di area gawang menyusul situasi tendangan bebas yang berbahaya. Gabriel akhirnya lolos dari hukuman, namun insiden tersebut menjadi pertanda awal betapa sengitnya laga Derbi London ini.
Kai Havertz segera menyamakan kedudukan tak lama kemudian, menghukum mantan klubnya lewat tembakan mendatar dari tepi kotak penalti yang menaklukkan Martinez di tiang dekat—momen yang terjadi tak lama setelah gol Arsenal dianulir karena offside. Pedro Neto nyaris membawa Chelsea unggul menjelang turun minum, namun tembakan mendatarnya yang melintasi kerumunan pemain justru membentur tiang gawang.
Arsenal memulai babak kedua dengan tempo tinggi tanpa henti dan berhasil unggul lima menit setelah pertandingan dilanjutkan. Christos Tzolis memberikan operan, gerakan tipuan Havertz menciptakan ruang, dan Martin Odegaard melakukan satu sentuhan sebelum dengan tenang menaklukkan Martinez; gol tersebut cukup untuk mengamankan tiga poin penuh meskipun Chelsea sempat melancarkan tekanan di akhir laga.
Momen tersebut terjadi saat Chelsea berusaha melancarkan serangan balik lagi, dengan Rogers dan Cole Palmer memimpin pergerakan tim.
Setelah mengoper bola kepada Palmer, Rogers terus berlari; namun, saat Declan Rice tampak menjegal Rogers, Palmer justru melepaskan tembakan yang melambung tinggi. Permainan terus berlanjut, namun kekesalan Rogers memuncak—ia menghampiri Rice dan diganjar kartu kuning akibat insiden tersebut.
Dalam situasi yang tampak jelas sebagai pelanggaran berupa jegalan, publik berharap wasit akan menerapkan aturan advantage (keuntungan) dan kemudian menghentikan permainan untuk memberikan tendangan bebas—di mana Rice kemungkinan besar akan dijatuhi sanksi. Namun, setelah wasit justru memberikan tendangan gawang, Rogers langsung mendatangi Rice untuk mengonfrontasi rekan setimnya di timnas Inggris itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
