
Ferrari memburu kemenangan di GP Italia 2026. Dalam 15 edisi terakhir, tim Kuda Jingkrak hanya dua kali menang di Monza. (Bobby Arifin/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ferrari akan menjalani balapan kandang di Monza akhir pekan ini (4–6/9). Namun, catatan mereka di Grand Prix Italia dalam 15 edisi terakhir belum istimewa. Ferrari hanya dua kali menang, yakni melalui Charles Leclerc pada 2019 dan 2024.
Musim ini juga tidak akan mudah. Ferrari masih tertinggal 87 poin dari Mercedes di klasemen konstruktor. Tim Kuda Jingkrak juga hanya unggul 17 poin atas McLaren yang mulai bangkit setelah Lando Norris memenangi dua balapan terakhir di Hungaria dan Belanda.
Selain itu, karakter Monza juga menjadi tantangan. Banyaknya lintasan lurus membuat kecepatan dan tenaga mesin bakal sangat menentukan. Masalahnya, power unit (PU) Ferrari masih kalah bertenaga dari Mercedes.
Beruntung, Ferrari membawa sejumlah upgrade. Mereka akan memakai spesifikasi keempat untuk internal combustion engine (ICE) dan turbocharger musim ini dengan memanfaatkan alokasi pengembangan ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) 2.
Pembaruan itu diperkirakan menambah 15–20 horsepower dan memangkas sekitar separuh selisih tenaga Ferrari dengan Mercedes.
”Ini merupakan langkah ke arah yang benar. Musim ini ditentukan oleh keuntungan-keuntungan kecil. Yang terpenting adalah kami menjalankan semuanya dengan benar sejak Jumat,” kata bos Ferrari Frederic Vasseur kepada Motorsport.
Baca Juga:Prediksi Skor SC Paderborn vs Freiburg di Liga Jerman: Breisgau-Brasilianer Berpeluang Pesta Gol
Meski begitu, upgrade mobil belum cukup. Ferrari juga tidak boleh mengulangi kesalahan strategi seperti di Sirkuit Zandvoort, Belanda, dua pekan lalu. Saat itu, Lewis Hamilton dan Leclerc sama-sama mempertanyakan keputusan tim.
Hamilton sempat meminta bertukar posisi karena kondisi bannya lebih menguntungkan, tapi ditolak. Sementara Leclerc kecewa ketika diminta masuk pit pada akhir lap ke-43. Padahal, dia merasa bannya masih bisa bertahan lebih lama. Keduanya akhirnya gagal podium dan harus puas finis di posisi keempat dan kelima.
Vasseur mengakui eksekusi Ferrari masih perlu diperbaiki.
”Dalam beberapa balapan terakhir, eksekusi kami masih jauh dari yang diharapkan. Itu yang harus menjadi fokus. McLaren menjalankan semuanya dengan sempurna hingga menang di Budapest dan Belanda. Kami harus melakukan hal yang sama,” tutur Vasseur dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022