
Ruben Amorim dan stafnya menerima pesangon dengan jumlah besar setelah dipecat oleh Manchester United (Getty Images/Robbie Jay Barratt)
JawaPos.com – Ruben Amorim yang kini mendapat pekerjaan baru, mengakui telah kesalahan selama menjabat sebagai pelatih kepala Manchester United, seraya menambahkan bahwa ia banyak belajar selama waktunya di Old Trafford musim lalu.
Berbicara dalam konferensi pers pertamanya sejak ditunjuk jadi manajer AC Milan, Amorim mengakui adanya kekeliruan pada masa baktinya yang kurang mulus selama 14 bulan di Liga Inggris di mana dipecat oleh Man United pada Januari lalu.
"Sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan (yang terjadi di Manchester United) tersebut karena untuk itu saya harus memaparkan seluruh konteks dari pengalaman (melatih) sebelumnya," ujar pelatih Portugal itu.
"Sulit untuk menyebutkan satu per satu kesalahan yang saya lakukan. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah saya banyak belajar dan memang telah melakukan beberapa kesalahan," lanjutnya.
"Saya tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan sesuatu kepada para penggemar Manchester United, (tapi) saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun pada masa itu.
"Namun, situasinya kini berbeda. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik, tetapi terkadang memang begitulah kenyataannya. Anda perlu belajar menemukan langkah yang tepat untuk mencapai level yang berbeda, dan itulah pemikiran saya saat ini," pungkasnya.
Karier Amorim sebagai pelatih United sebelumnya dimulai pada November 2024 setelah pemecatan Erik ten Hag, namun ia kesulitan memperbaiki performa tim, hingga terseok-seok finis di peringkat ke-15 Liga domestik dan kalah di final Liga Eropa dari Tottenham.
Meskipun anak asuhannya mendapatkan kebangkitan di musim selanjutnya dengan berada di posisi keenam saat ia dipecat. Amorim juga terus menghadapi kritik tajam terkait model taktik 3-4-3 yang diterapkannya, serta minimnya penggunaan pemain-pemain muda.
Amorim hanya memenangkan 25 dari 63 pertandingan saat menangani Setan Merah dengan rata-rata perolehan poin per pertandingannya yang sebesar 1,23 di liga merupakan yang terendah dibandingkan manajer United mana pun di era Liga Premier.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
