Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2026 | 20.00 WIB

5 Perdebatan Hydration Breaks di Piala Dunia 2026 yang Mengubah Ritme Pertandingan dan Strategi Tim

Agustin Canobbio pemain dari Uruguay mendinginkan diri saat istirahat minum dalam pertandingan Grup H Piala Dunia melawan Arab Saudi (Al-Jazeera) - Image

Agustin Canobbio pemain dari Uruguay mendinginkan diri saat istirahat minum dalam pertandingan Grup H Piala Dunia melawan Arab Saudi (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Piala Dunia 2026 menghadirkan aturan baru berupa hydration breaks atau jeda minum wajib yang diterapkan pada setiap pertandingan.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kondisi fisik pemain akibat cuaca panas di wilayah Amerika Utara selama turnamen berlangsung.

Namun, penerapan jeda selama tiga menit pada menit ke-22 babak pertama dan menit ke-67 babak kedua memunculkan berbagai perdebatan di kalangan pemain, pelatih, serta penggemar, seperti dilansir dari laman ESPN pada Minggu (21/6).

1.     Perdebatan Antara Keselamatan Pemain dan Konsistensi Permainan

FIFA menerapkan hydration breaks sebagai langkah medis untuk mencegah risiko kelelahan dan dehidrasi akibat intensitas pertandingan yang tinggi. Sejumlah pihak menilai jeda tersebut penting untuk menjaga kesehatan pemain, terutama dalam kondisi panas dan lembap. Namun, sebagian pelatih menganggap aturan ini tidak selalu diperlukan ketika pertandingan berlangsung dalam kondisi cuaca yang normal.

2.     Tuduhan Jeda Minum Menjadi Sarana Komersialisasi Iklan

Selain memberikan kesempatan pemain untuk minum dan menerima instruksi taktik, jeda pertandingan tersebut juga membuka peluang bagi stasiun televisi untuk menayangkan iklan. Kondisi ini memunculkan kritik bahwa hydration breaks dapat berubah menjadi strategi komersial bagi penyiar. Beberapa pihak mempertanyakan apakah tujuan utama jeda tersebut benar-benar untuk kesejahteraan pemain atau juga berkaitan dengan keuntungan finansial.

3.     Kekhawatiran Terhadap Gangguan Momentum Pertandingan

Jeda minum dinilai dapat mengubah alur permainan karena memberikan kesempatan bagi tim untuk mengatur ulang strategi. Pelatih dan pemain menyebut penghentian sementara pertandingan dapat membantu tim yang sedang tertinggal untuk memperbaiki keadaan. Sebaliknya, tim yang sedang unggul terkadang merasa momentum mereka terganggu akibat jeda tersebut.

4.     Perubahan Strategi Pelatih Karena Pertandingan Terbagi Menjadi Empat Bagian

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore