
Roberto De Zerbi bantu Spurs raih kemenangan pertama pada 2026. (X/@SpursOfficial)
JawaPos.com - Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi meminta timnya menjadikan tekanan dari rival sebagai bahan bakar untuk mengamankan poin penting saat menghadapi Chelsea. Laga krusial itu akan berlangsung di Stamford Bridge pada Rabu (20/5), sekaligus menjadi penentu nasib Spurs dalam upaya menghindari degradasi dari Premier League.
De Zerbi menilai situasi saat ini dapat menjadi motivasi besar bagi timnya. De Zerbi menegaskan bahwa keinginan banyak pihak untuk melihat Tottenham terdegradasi harus dijadikan energi positif oleh para pemain. “Rasa bangga adalah motivasi yang luar biasa. Jika semua orang ingin Tottenham terdegradasi, maka bagi pemain, fans, dan semua yang bekerja di klub, itu harus menjadi motivasi terbesar,” ujar De Zerbi dikutip dari Daily Mail.
Pertandingan itu kembali mengingatkan pada momen panas “Battle of the Bridge” satu dekade lalu, atau tepatnya pada 2 Mei 2016. Saat itu, hasil imbang 2-2 antara Chelsea dan Tottenham Hotspur memastikan gelar Premier League jatuh ke tangan Leicester City. Saat itu, Tottenham gagal mengejar poin dan harus merelakan peluang juara.
Namun, situasinya saat ini berbeda. Hasil imbang di Stamford Bridge sudah cukup untuk memastikan Tottenham bertahan di Premier League, berkat keunggulan selisih gol yang signifikan atas West Ham United. Namun, tantangan besar tetap ada, mengingat rekor Spurs yang buruk di markas Chelsea.
Dalam 40 kunjungan terakhir ke Stamford Bridge selama lebih dari 36 tahun, Tottenham hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni pada 2018 dengan skor 3-1 lewat dua gol Dele Alli dan satu gol Christian Eriksen. Sebelumnya, kemenangan terakhir terjadi pada 1990 lewat gol penentu Gary Lineker.
Meskipun demikian, De Zerbi mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan sejarah itu. De Zerbi juga menegaskan tidak banyak mengikuti hasil kekalahan West Ham dari Newcastle United yang sedikit meringankan tekanan bagi timnya.
Pelatih asal Italia itu lebih memilih fokus pada performa timnya sendiri yang tengah menunjukkan tren positif. Sejak kedatangannya, Tottenham berhasil meraih delapan poin dari empat pertandingan terakhir tanpa kekalahan. “Kami harus bermain dengan percaya diri. Dalam empat laga terakhir kami meraih delapan poin, bahkan seharusnya bisa lebih jika melihat performa,” jelas De Zerbi.
De Zerbi juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah tekanan besar. Menurutnya, reaksi berlebihan justru bisa berakibat fatal, seperti yang hampir terjadi saat timnya nyaris kebobolan gol penyeimbang di laga melawan Leeds United yang akhirnya diselamatkan oleh kiper Antonin Kinsky. “Kami harus tetap tenang, menunjukkan kepribadian dengan semangat yang tepat, dan tetap fokus pada permainan,” tambahnya.
De Zerbi sendiri pernah bekerja dengan beberapa pemain Chelsea saat melatih Brighton, termasuk Joao Pedro, Moises Caicedo, Levi Colwill, dan Robert Sanchez. De Zerbi juga menyaksikan langsung kekalahan Chelsea 1-3 dari Nottingham Forest dua pekan lalu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
