Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 22.50 WIB

Kontroversi VAR: Benarkah Penalti PSG Merugikan Bayern Munchen?

PSG menang 5-4 atas Bayern Munich dalam laga spektakuler semifinal Liga Champions. Berikut rating pemain dari kedua tim dalam pertandingan penuh drama tersebut. (Instagram/@fcbayern)

JawaPos.com - Kalau bicara soal VAR, satu hal yang pasti: drama hampir selalu ikut hadir. Dari liga domestik sampai kompetisi Eropa, teknologi ini memang dibuat untuk membantu wasit, tapi interpretasinya tetap sering jadi bahan debat panas.

Dalam laga sengit PSG vs Bayern Munchen yang berakhir 5-4, salah satu momen paling krusial terjadi menjelang akhir babak pertama. Keputusan penalti untuk PSG jadi titik balik dan tentu saja, memicu pertanyaan: apakah Bayern benar-benar dirugikan?

Kronologi Kejadian

Melansir ESPN, insiden terjadi ketika umpan silang Ousmane Dembele mengenai lengan Alphonso Davies di kotak penalti.

Wasit awalnya tidak menganggap itu pelanggaran. Namun, setelah mendapat panggilan dari VAR untuk melakukan review di pinggir lapangan, keputusan berubah dan penalti diberikan untuk PSG.

Keputusan VAR yang menghadiahkan penalti untuk PSG saat melawan Bayern Munchen menuai perdebatan. Apakah keputusan tersebut adil atau justru terlalu keras? (Instagram/@tactic_talk)

Alasannya? Lengan Davies dianggap bergerak menjauh dari tubuh dan membuat posisi badannya “lebih besar secara tidak wajar”. Meski bola sempat mengenai tubuhnya terlebih dahulu sebelum menyentuh lengan, wasit dan VAR tetap menilai itu sebagai handball.

Jadi, Apakah Ini Keputusan yang Salah?

Secara aturan, keputusan itu bisa dibenarkan. Dalam regulasi handball saat ini, posisi lengan yang memperbesar tubuh secara tidak natural memang bisa dianggap pelanggaran—bahkan jika ada defleksi sebelumnya.

Tapi dari sudut pandang “rasa keadilan” di lapangan? Banyak yang menganggap ini terlalu keras.

Jarak bola yang sangat dekat dan adanya pantulan dari tubuh ke lengan biasanya menjadi faktor yang meringankan. Dalam banyak kasus, terutama di liga seperti Premier League, situasi seperti ini sering tidak dianggap pelanggaran.

Kenapa Bisa Jadi Kontroversi?

Masalah utama ada di interpretasi. Aturan handball memang memberi ruang abu-abu:

  • Apakah gerakan lengan itu benar-benar disengaja?
  • Apakah pemain punya waktu untuk bereaksi?
  • Seberapa besar pengaruh defleksi terhadap arah bola?

Dalam kasus ini, VAR dan wasit menilai gerakan Davies tidak bisa dibenarkan. Tapi tidak semua wasit di kompetisi lain akan mengambil keputusan yang sama.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore