PSG menang 5-4 atas Bayern Munich dalam laga spektakuler semifinal Liga Champions. Berikut rating pemain dari kedua tim dalam pertandingan penuh drama tersebut. (Instagram/@fcbayern)
JawaPos.com - Kalau bicara soal VAR, satu hal yang pasti: drama hampir selalu ikut hadir. Dari liga domestik sampai kompetisi Eropa, teknologi ini memang dibuat untuk membantu wasit, tapi interpretasinya tetap sering jadi bahan debat panas.
Dalam laga sengit PSG vs Bayern Munchen yang berakhir 5-4, salah satu momen paling krusial terjadi menjelang akhir babak pertama. Keputusan penalti untuk PSG jadi titik balik dan tentu saja, memicu pertanyaan: apakah Bayern benar-benar dirugikan?
Melansir ESPN, insiden terjadi ketika umpan silang Ousmane Dembele mengenai lengan Alphonso Davies di kotak penalti.
Wasit awalnya tidak menganggap itu pelanggaran. Namun, setelah mendapat panggilan dari VAR untuk melakukan review di pinggir lapangan, keputusan berubah dan penalti diberikan untuk PSG.
Keputusan VAR yang menghadiahkan penalti untuk PSG saat melawan Bayern Munchen menuai perdebatan. Apakah keputusan tersebut adil atau justru terlalu keras? (Instagram/@tactic_talk)
Alasannya? Lengan Davies dianggap bergerak menjauh dari tubuh dan membuat posisi badannya “lebih besar secara tidak wajar”. Meski bola sempat mengenai tubuhnya terlebih dahulu sebelum menyentuh lengan, wasit dan VAR tetap menilai itu sebagai handball.
Secara aturan, keputusan itu bisa dibenarkan. Dalam regulasi handball saat ini, posisi lengan yang memperbesar tubuh secara tidak natural memang bisa dianggap pelanggaran—bahkan jika ada defleksi sebelumnya.
Tapi dari sudut pandang “rasa keadilan” di lapangan? Banyak yang menganggap ini terlalu keras.
Jarak bola yang sangat dekat dan adanya pantulan dari tubuh ke lengan biasanya menjadi faktor yang meringankan. Dalam banyak kasus, terutama di liga seperti Premier League, situasi seperti ini sering tidak dianggap pelanggaran.
Masalah utama ada di interpretasi. Aturan handball memang memberi ruang abu-abu:
Dalam kasus ini, VAR dan wasit menilai gerakan Davies tidak bisa dibenarkan. Tapi tidak semua wasit di kompetisi lain akan mengambil keputusan yang sama.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
