
Pelatih Conventry City Frank Lampard. (Bradley Collyer/PA Wire)
JawaPos.com–Euforia dan haru menyelimuti perjalanan Coventry City setelah memastikan diri promosi ke Premier League. Hasil imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers menjadi penentu kembalinya mereka ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah penantian panjang selama 25 tahun.
Sosok yang paling disorot dalam keberhasilan Contery City ini tentu saja Frank Lampard. Pelatih berusia 47 tahun itu terlihat emosional usai pertandingan.
Dalam wawancara pasca laga, Frank Lampard beberapa kali tampak menahan air mata saat membicarakan pencapaian timnya. Menurut dia, momen ini terasa sangat spesial karena perjalanan Coventry City tidak mudah.
Dia mengakui tekanan besar yang dirasakan Conetry City dalam beberapa pekan terakhir, terutama saat peluang promosi sudah semakin dekat.
”Pertandingan seperti ini selalu penuh tekanan. Kami tahu kami hampir sampai, tapi memastikan hasilnya tetap tidak mudah,” ujar Frank Lampard dikutip dari thesun.uk.co.
Gol penyeimbang yang dicetak Bobby Thomas di menit akhir menjadi titik balik penting. Sundulan bek tersebut tak hanya menyelamatkan hasil pertandingan, tetapi juga memastikan Coventry mengunci tiket promosi lebih cepat.
Bagi Lampard, keberhasilan ini bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga tentang perjalanan panjang klub. Dia menyinggung bagaimana Coventry sempat mengalami masa sulit, termasuk kegagalan di final play off beberapa tahun lalu.
”Klub ini sudah melalui banyak hal. Para suporter juga sangat setia. Ini momen yang layak mereka dapatkan,” tambah Lampard.
Lampard juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada pelatih sebelumnya, Mark Robins, yang dinilai berperan besar dalam membangun fondasi tim. Lampard baru menangani Coventry dalam kurun waktu sekitar 15 bulan, namun mampu membawa perubahan signifikan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
