
Coventry City resmi promosi ke Liga Inggris. (Instagram/@coventrycityfcofficial)
JawaPos.com - Setelah terlempar selama 25 tahun dari kasta tertinggi sepak bola Inggris, Coventry City, akhirnya memastikan diri kembali ke Premier League alias Liga Inggris. Di bawah arahan manajer Frank Lampard, klub berjuluk The Sky Blues itu resmi mengakhiri masa penantian panjang mereka sekaligus menuntaskan penebusan dosa setelah sempat terperosok ke divisi bawah beberapa tahun silam.
Kepastian promosi ini didapat setelah Coventry memetik hasil imbang 1-1 dalam laga tandang melawan Blackburn Rovers. Meski hanya berbagi satu poin, perolehan tersebut sudah cukup bagi mereka untuk mengamankan tiket promosi secara matematis.
Saat ini, dengan kompetisi Divisi Championship yang menyisakan tiga laga, klub yang bermarkas di Stadion Coventry Building Society Arena ini kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 11 poin dari Ipswich Town dan 13 dari Millwall.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan heroik mengingat perjalanan terjal yang dilalui klub. Pada 2017, Coventry menyentuh titik nadir dalam sejarah mereka. The Sky Blues pernah terjerat krisis finansial yang hebat, mereka terdegradasi ke League Two atau kasta keempat liga Inggris, yang membuat mereka mengalami kemerosotan terjauh dalam kurun waktu setengah abad.
"Hari ini kami telah memenuhi janji kami untuk kembali ke Premier League. Kami melakukannya dengan ambisi, dengan persatuan, dan dengan visi yang jelas untuk masa depan," tulis klub Coventry City di akun X mereka, Sabtu (18/4).
Momentum kebangkitan mulai terasa sejak kehadiran Frank Lampard pada 28 November 2024. Saat itu, Lampard mewarisi tim yang sedang goyah di peringkat ke 17 klasemen, hanya terpaut dua angka dari zona merah. Meski musim lalu ia berhasil membawa tim merangkak hingga ke posisi lima besar, langkah mereka terheti di semifinal play-off oleh Sunderland.
Belajar dari kegagalan tersebut, armada Lampard tampil trengginas musim ini. Mereka mendominasi kompetisi hampir sejak awal musim, terutama berkat catatan impresif berupa 11 kemenangan dari 12 laga beruntun pada periode pekan ke-7 hingga ke-18.
Kesuksesan Coventry musim ini tidak lepas dari kontribusi tajam penyerang Haji Wright yang mengoleksi 17 gol. Selain itu, kreativitas Milan van Ewijk dan Mason Clark di sektor sayap menjadi motor serangan dengan torehan masing-masing delapan operan maut (assist).
Di lini pertahanan, pemain asal Spanyol, Miguel Angel Brau, turut memberikan kedalaman skuad sejak didatangkan dari Granada pada musim panas lalu.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
