Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 23.46 WIB

Disingkirkan Atlético Madrid di Liga Champions, Kelemahan Barcelona Era Hansi Flick Terbongkar!

Barcelona saat menghadapi Atlético Madrid di Liga Champions. (Dok. @fcbarcelona)  - Image

Barcelona saat menghadapi Atlético Madrid di Liga Champions. (Dok. @fcbarcelona) 

JawaPos.com - Kekalahan dari Atlético Madrid di perempat final Liga Champions bukan cuma soal hasil bagi Barcelona. Laga itu seperti membuka “borok lama” yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim: rapuhnya sistem pertahanan di bawah Hansi Flick.

Sejak datang ke Catalonia, Flick membawa filosofi berani yakni garis pertahanan tinggi yang agresif. Para bek diminta bermain jauh ke depan, bahkan mendekati garis tengah.

Saat berjalan sempurna, sistem ini terlihat keren: lawan terjebak offside, pressing tinggi berjalan, dan bola cepat direbut kembali. Masalahnya, sistem ini seperti pisau bermata dua.

Begitu lawan mampu membaca pola dan lolos dari jebakan offside, ruang kosong di belakang lini belakang Barcelona langsung terbuka lebar. Hasilnya? Situasi satu lawan satu dengan kiper yang terlalu sering terjadi dan akhirnya berujung gol.

Musim 2025–26 jadi bukti paling nyata. Barcelona berkali-kali kebobolan dengan pola yang hampir identik. Dan puncaknya, gol penentu dari Ademola Lookman yang memastikan mereka tersingkir dari Eropa untuk kesekian kalinya.

Lebih dari sekadar taktik, kualitas individu di lini belakang juga ikut jadi sorotan.

Pau Cubarsí memang punya potensi besar, tapi di usia 19 tahun, terlalu berat jika ia langsung jadi pemimpin lini pertahanan. Di sekitarnya, Eric García dan Ronald Araújo tampil inkonsisten, sementara Gerard Martín harus beradaptasi dengan peran baru.

Kondisi ini makin terasa karena tidak adanya sosok bek senior yang benar-benar bisa mengorganisasi lini belakang sejak kepergian Iñigo Martínez.

Melansir Sports Illustrated, legenda klub, Thierry Henry, bahkan tidak ragu menyebut masalah ini secara blak-blakan.

“Barcelona ini sangat membutuhkan bek-bek kelas atas,” ujarnya.

“Kita bisa membicarakan wasit sepanjang malam, tetapi kita juga harus melakukan introspeksi diri dan di sini ada banyak hal yang perlu diperbaiki dan mereka harus melakukannya. Jika tidak ada perubahan, dalam sepuluh tahun ke depan kita akan terus melihat hal yang sama dan itu memalukan.”

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore