
VAR di Liga Premier. (X/@jackie14AP)
JawaPos.com - Harapan agar teknologi mampu menghadirkan keadilan absolut dalam sepak bola tampaknya masih berbenturan dengan realitas di tribun penonton. Survei terbaru menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR) masih sangat kental di kalangan pendukung fanatik.
Berdasarkan riset tahunan yang dirilis Football Supporters' Association (FSA), sebanyak 91 persen responden meyakini bahwa sepak bola justru akan jauh lebih baik jika dimainkan tanpa campur tangan teknologi video. Data ini menjadi tamparan bagi otoritas liga yang selama delapan tahun terakhir terus berupaya menyempurnakan sistem tersebut di kompetisi Inggris.
Bagi suporter yang rutin memadati stadion, VAR dianggap sebagai pengganggu ritme dan emosi pertandingan. Hanya 2 persen dari total 7.000 responden yang sepakat kehadiran VAR membuat sepak bola menjadi lebih menyenangkan. Sementara itu, 81 persen lainnya secara tegas menyatakan lebih memilih menyaksikan laga tanpa teknologi video.
Baca Juga:UEFA Siapkan Reformasi VAR usai Piala Dunia 2026, Fokus Percepatan dan Minim Gangguan Laga
Dilansir melalui laman The Guardian, dua poin krusial yang menjadi sorotan utama adalah durasi pengambilan keputusan dan hilangnya aspek emosional:
96 persen suporter mengeluhkan lambatnya proses pengambilan keputusan yang sering kali memakan waktu terlalu lama.
92 persen responden merasa VAR telah merenggut "kegembiraan spontan" saat merayakan gol, momen yang selama ini dianggap sebagai ruh dari sepak bola.
Meski resistensi terhadap VAR cukup tinggi, para penggemar menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap transparansi. Lebih dari separuh responden menyambut baik inisiatif komunikasi langsung dari wasit kepada penonton di stadion saat menjelaskan keputusan VAR.
Baca Juga:Insiden Aneh di Liga Jerman: Monitor VAR Dicabut Suporter Saat Wasit Hendak Tinjau Penalti
Namun, upaya untuk memperluas kewenangan VAR justru menuai penolakan. Hanya 21 persen yang setuju jika VAR dilibatkan dalam menentukan tendangan sudut, skema yang rencananya akan diuji coba pada Piala Dunia 2026. Mayoritas suporter juga menolak wacana penngecekan kartu kuning kedua oleh teknologi tersebut.
Di sisi lain, para pemangku kepentingan tetap bersikukuh pada jalur digitalisasi. Penyelenggara kompetisi dan klub-klub elite tetap berkomitmen mempertahankan VAR demi meminimalisir kesalahan fatal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
