Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2026 | 18.29 WIB

Hilangnya Kegembiraan Spontan, Alasan 81 Persen Fans Tolak Teknologi VAR

VAR di Liga Premier. (X/@jackie14AP) - Image

VAR di Liga Premier. (X/@jackie14AP)

JawaPos.com - Harapan agar teknologi mampu menghadirkan keadilan absolut dalam sepak bola tampaknya masih berbenturan dengan realitas di tribun penonton. Survei terbaru menunjukkan bahwa sentimen negatif terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR) masih sangat kental di kalangan pendukung fanatik.

Berdasarkan riset tahunan yang dirilis Football Supporters' Association (FSA), sebanyak 91 persen responden meyakini bahwa sepak bola justru akan jauh lebih baik jika dimainkan tanpa campur tangan teknologi video. Data ini menjadi tamparan bagi otoritas liga yang selama delapan tahun terakhir terus berupaya menyempurnakan sistem tersebut di kompetisi Inggris.

Kegembiraan yang Terenggut

Bagi suporter yang rutin memadati stadion, VAR dianggap sebagai pengganggu ritme dan emosi pertandingan. Hanya 2 persen dari total 7.000 responden yang sepakat kehadiran VAR membuat sepak bola menjadi lebih menyenangkan. Sementara itu, 81 persen lainnya secara tegas menyatakan lebih memilih menyaksikan laga tanpa teknologi video.

Dilansir melalui laman The Guardian, dua poin krusial yang menjadi sorotan utama adalah durasi pengambilan keputusan dan hilangnya aspek emosional:

96 persen suporter mengeluhkan lambatnya proses pengambilan keputusan yang sering kali memakan waktu terlalu lama.

92 persen responden merasa VAR telah merenggut "kegembiraan spontan" saat merayakan gol, momen yang selama ini dianggap sebagai ruh dari sepak bola.

Ambivalensi Terhadap Regulasi

Meski resistensi terhadap VAR cukup tinggi, para penggemar menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap transparansi. Lebih dari separuh responden menyambut baik inisiatif komunikasi langsung dari wasit kepada penonton di stadion saat menjelaskan keputusan VAR.

Namun, upaya untuk memperluas kewenangan VAR justru menuai penolakan. Hanya 21 persen yang setuju jika VAR dilibatkan dalam menentukan tendangan sudut, skema yang rencananya akan diuji coba pada Piala Dunia 2026. Mayoritas suporter juga menolak wacana penngecekan kartu kuning kedua oleh teknologi tersebut.

Dilema Pengambilan Kebijakan

Di sisi lain, para pemangku kepentingan tetap bersikukuh pada jalur digitalisasi. Penyelenggara kompetisi dan klub-klub elite tetap berkomitmen mempertahankan VAR demi meminimalisir kesalahan fatal.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore