
Ilustrasi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). (Istimewa)
JawaPos.com–Badan sepak bola Eropa UEFA dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar terkait penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan khusus bersama para pemangku kepentingan liga-liga top Eropa, yang dijadwalkan berlangsung setelah Piala Dunia FIFA 2026.
Agenda utama dari pertemuan ini adalah mengevaluasi sekaligus menyempurnakan sistem VAR agar lebih efektif tanpa mengganggu jalannya pertandingan. UEFA disebut ingin menciptakan sistem yang lebih fleksibel, cepat, dan tetap konsisten diterapkan di berbagai kompetisi domestik maupun internasional.
Langkah ini tidak lepas dari meningkatnya kritik terhadap penggunaan VAR dalam beberapa musim terakhir. Banyak pihak menilai bahwa teknologi ini, meski membantu akurasi keputusan wasit, justru terlalu sering menghentikan permainan dan mengurangi ritme pertandingan.
Dalam beberapa kasus, proses peninjauan yang terlalu detail dianggap membuat keputusan menjadi berlarut-larut. Kepala perwasitan UEFA Roberto Rosetti sebelumnya juga menyoroti hal tersebut. Dalam kongres tahunan UEFA di Brussels, dia menyebut VAR saat ini telah menjadi terlalu teliti dalam menilai setiap insiden.
Pernyataan itu mengindikasikan adanya keinginan kuat dari UEFA untuk mengembalikan keseimbangan antara teknologi dan dinamika alami permainan sepak bola. Di sisi lain, UEFA juga tampaknya tidak sepenuhnya sejalan dengan gagasan dari FIFA terkait perluasan fungsi VAR.
FIFA sebelumnya mendorong agar VAR dapat digunakan untuk meninjau lebih banyak situasi, termasuk keputusan tendangan sudut dan kartu kuning kedua. Namun, UEFA menilai bahwa perluasan tersebut justru berpotensi memperlambat permainan dan meningkatkan intervensi teknologi secara berlebihan.
Oleh karena itu, pendekatan yang diambil lebih mengarah pada penyederhanaan dan peningkatan efisiensi penggunaan VAR, bukan penambahan kewenangan. Rencana reformasi ini juga diharapkan mampu menciptakan standar yang lebih seragam di seluruh liga Eropa.
Selama ini, perbedaan implementasi VAR di berbagai kompetisi kerap memunculkan kebingungan, baik bagi pemain, pelatih, maupun penonton.
Dengan adanya pertemuan ini, UEFA ingin memastikan bahwa VAR tetap menjadi alat bantu yang mendukung keadilan dalam sepak bola, tanpa menghilangkan esensi utama permainan itu sendiri. Hasil diskusi tersebut diperkirakan akan menjadi acuan penting bagi masa depan penggunaan teknologi dalam sepak bola modern.
