
Andoni Iraola. (Adam Davy/PA)
JawaPos.com – Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, menunjukkan kemarahannya setelah The Cherries tidak mendapatkan hadiah penalti saat ditahan imbang 0–0 Brentford di Stadion Vitality pada lanjutan pekan ke-29 Liga Inggris musim ini.
Iraola merasa Marcus Tavernier mendapat tantangan dengan posisinya dihalangi bek tim tamu, Michael Kayode, sebelum peluangnya membentur tiang gawang The Bees di awal babak kedua.
“Saya sangat senang dengan performa tim. Ini adalah salah satu penampilan terbaik kami belakangan ini, bahkan lebih baik daripada beberapa kemenangan yang kami raih, tetapi kami gagal mencetak gol,” buka manajer berusia 43 tahun ini.
"Kami memiliki beberapa peluang yang sangat jelas (berpotensi membuahkan gol) dan dua kali membentur tiang gawang. Kami juga (seharusnya) mendapat penalti besar yang tidak menguntungkan kami. VAR memeriksa dan membatalkannya dalam waktu lima detik saja."
"(Marcus) Tavs (pada momen tersebut seharusnya) memiliki peluang mencetak gol dan jelas dilanggar, tetapi entah bagaimana baik wasit maupun VAR tidak memberikan penalti (untuk kita). Menurut saya itu sangat jelas (pelanggaran)."
Tavernier sepanjang laga dua kali gagal mencetak gol setelah penampilan menawannya sepanjang laga, seperti sepakannya membentur tiang gawang di babak kedua dan tuan rumah juga menciptakan lima peluang emas namun gagal memanfaatkannya.
Kesempatan James Hill saat menyundul bola melambung di babak pertama, sementara Ryan Christie hanya mampu mengenai jaring samping gawang setelah melewati kiper Brentford, Caoimhín Kelleher.
Tak sampai di situ, ujung tombak pemain pengganti Junior Kroupi juga melihat upayanya yang mengarah ke gawang meski dibelokkan oleh rekan setimnya sendiri, Enes Unal, di waktu tambahan babak kedua. Upaya itu masih membuat tim asuhannya gagal mencetak gol.
Dari hasil imbang tanpa gol ini berarti Bournemouth masih belum pernah mengalahkan Brentford di Liga Inggris dan kini telah bermain imbang dalam empat dari lima pertandingan terakhir.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
