
Para pemain Liverpool beri penghormatan emosional kepada Mohamed Salah. (ig @mosalah)
JawaPos.com - Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool ternyata bukan cuma bikin fans kaget, tapi juga memicu perdebatan panas di kalangan analis sepak bola. Dua nama besar, Jamie Carragher dan Gary Neville, bahkan sampai berselisih pendapat secara terbuka.
Salah sendiri sudah mengonfirmasi bahwa ia akan meninggalkan klub pada musim panas ini lewat pernyataan di media sosial.
Keputusan itu langsung jadi bahan diskusi di mana-mana, termasuk dalam obrolan Carragher dan Neville. Tapi alih-alih sepakat, keduanya justru berbeda sudut pandang. Dan Carragher terlihat cukup tersulut emosinya.
Yang membuat situasi ini makin menarik, Salah sebenarnya baru menandatangani kontrak dua tahun di Anfield setahun lalu. Namun kini, tahun kedua kontraknya dibatalkan, membuat sang pemain bisa pergi secara cuma-cuma di akhir musim.
Melansir Liverpool Echo, dalam diskusi tersebut, Carragher mencoba melihat situasi ini secara lebih pragmatis.
"Mengapa Anda mengatakan bahwa Anda terkejut atau mereka telah merobek kontrak satu sama lain? Ini kesepakatan yang bagus untuk semua orang, ini menguntungkan semua orang."
Neville, di sisi lain, punya pandangan yang sedikit berbeda. Ia mencoba membaca kondisi emosional Salah di balik keputusan tersebut.
"Saya mengerti, saya tidak mengatakan bahwa itu tidak menyenangkan bagi semua orang bahwa Liverpool dapat menggunakan uang itu untuk hal lain, untuk pemain yang berbeda musim depan, agar Mo Salah dapat mengubah kariernya.
"Saya hanya merasa bahwa Mo Salah, saya pikir dia menginginkan kontrak dua tahun, saya kira dia akan mengatakan 'tidak, saya akan bertahan di sini' mungkin."
Baca Juga:Akhir Sebuah Era! Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, Ini 10 Momen Legendaris yang Tak Terlupakan
Namun komentar Neville yang paling memicu reaksi keras Carragher adalah saat ia mengatakan:
"Yang ingin saya katakan adalah, dia pasti berpikir semuanya berjalan sangat buruk. Saya tidak mengatakan dia seharusnya tidak melakukannya. Dia pasti telah mencapai titik terendah dalam pikirannya hingga berpikir 'Saya harus keluar dari sini', ini adalah tempat yang dia cintai, ngomong-ngomong."
Di titik ini, Carragher langsung membalas dengan nada yang jauh lebih emosional.
"Jangan pergi dari sini seperti 'Liverpool, aku harus pergi dari sini, ini tidak sama untukku, ini bukan timku'. Berhenti membicarakan Liverpool, ini masalah besar Liverpool, ini tentang Salah."
