
Jose Mourinho dan Silvino de Almeida Louro. (Istimewa)
JawaPos.com - Kehadiran Jose Mourinho dalam prosesi pemakaman Silvino de Almeida Louro menjadi momen penuh haru di Lisbon, Portugal.
Pelatih asal Portugal itu datang langsung untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabat sekaligus kolega lamanya yang meninggal dunia pada usia 67 tahun.
Prosesi pemakaman digelar di Masjid Sentral Lisbon, tempat yang memiliki makna khusus bagi mendiang.
Baca Juga:Idul Fitri di Palestina Mencekam: Al-Aqsa Ditutup 21 Hari, Warga Gaza Shalat di Tengah Reruntuhan
Diketahui, Silvino Louro memeluk agama Islam pada 2019 setelah menikah dengan Dania Adnan, seorang wanita keturunan Suriah. Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya di luar dunia sepak bola.
Silvino Louro bukan nama asing di kalangan sepak bola Eropa, khususnya bagi mereka yang mengikuti perjalanan karier Mourinho.
Ia merupakan sosok yang selalu berada di belakang layar sebagai pelatih kiper dalam tim kepelatihan Mourinho di berbagai klub besar.
Keduanya mulai bekerja sama saat di FC Porto dan terus berlanjut ke Chelsea FC, Inter Milan, Real Madrid, hingga Manchester United. Dalam periode tersebut, Louro menjadi bagian dari berbagai kesuksesan besar, termasuk gelar liga domestik hingga trofi Eropa.
Peran Louro mungkin tidak selalu terlihat di lapangan, namun kontribusinya terhadap performa para penjaga gawang sangat signifikan. Ia dikenal sebagai pelatih yang detail, disiplin, dan memiliki hubungan dekat dengan para pemain.
Dalam suasana duka, Mourinho tampak beberapa kali berbincang dengan keluarga mendiang dan para pelayat yang hadir.
Tidak banyak kata yang disampaikan, namun kehadirannya sudah cukup menggambarkan kedekatan hubungan keduanya yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Bagi Mourinho, Louro bukan sekadar staf pelatih, melainkan bagian dari perjalanan panjang kariernya. Keduanya berbagi banyak momen penting, mulai dari meraih gelar Liga Champions bersama Porto hingga kesuksesan treble bersejarah bersama Inter Milan.
Kepergian Silvino Louro meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas sepak bola yang mengenalnya. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai bagian dari tim sukses di balik salah satu pelatih terbaik dunia.
