Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 05.33 WIB

Kontroversi AFCON 2026, Samir Nasri Sebut Keputusan CAF Tak Masuk Akal

Mantan gelandang timnas Prancis Samir Nasri. (Istimewa) - Image

Mantan gelandang timnas Prancis Samir Nasri. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Keputusan mengejutkan dari Confederation of African Football kembali menuai sorotan. Kali ini datang dari mantan gelandang tim nasional Prancis Samir Nasri, yang secara terbuka mengkritik pencabutan gelar juara Piala Afrika 2026 dari Senegal dan diberikan kepada Maroko.

Samir Nasri menilai keputusan tersebut tidak masuk akal, terutama karena diumumkan jauh setelah turnamen selesai. Dalam pernyataan yang dikutip dari CanalplusFoot, eks pemain Arsenal dan Manchester City itu mempertanyakan logika di balik langkah CAF.

”Mencabut gelar dari Senegal dan memberikannya kepada Maroko? Lain kali, apakah mereka akan melakukannya pada 2035?” ujar Nasri dengan nada heran.

Menurut dia, waktu pengumuman menjadi masalah utama. Dia menilai jika keputusan itu diambil segera setelah pertandingan final atau setidaknya sehari setelahnya, publik masih bisa memahami. Namun kenyataannya, keputusan tersebut datang saat situasi sudah jauh berubah.

Timnas Senegal diketahui sudah kembali ke negaranya, membawa trofi, dan merayakan kemenangan bersama para pendukungnya. Momen tersebut bahkan menjadi bagian penting dari kebanggaan nasional. Karena itu, Nasri mempertanyakan bagaimana CAF akan menjelaskan perubahan drastis ini kepada semua pihak.

”Timnas Senegal sudah merayakan, sudah mengangkat trofi. Sekarang kita harus bagaimana? Lanjut Nasri.

Lebih jauh, Nasri juga menyoroti dampak keputusan ini terhadap kredibilitas organisasi sepak bola Afrika. Dia menyebut langkah tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap CAF.

”Sejujurnya, ini sekali lagi merusak kredibilitas CAF,” tegas Nasri.

Kontroversi ini pun memicu perdebatan luas di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola. Banyak yang mempertanyakan transparansi serta konsistensi regulasi yang diterapkan oleh otoritas sepak bola Afrika tersebut.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci yang sepenuhnya memuaskan publik terkait alasan di balik pencabutan gelar tersebut. Situasi ini membuat polemik semakin panas dan membuka kembali diskusi soal tata kelola sepak bola di level konfederasi.

Kasus ini diprediksi masih akan menjadi perhatian dalam waktu dekat, terutama terkait dampaknya terhadap reputasi turnamen dan kepercayaan tim peserta di masa mendatang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore