Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Maret 2026, 21.00 WIB

Komentar Sadio Mane Jadi Sorotan usai Gelar AFCON Senegal Dicabut

Penyerang Senagal Sadio Mane. (ig @sadiomaneofficiel) - Image

Penyerang Senagal Sadio Mane. (ig @sadiomaneofficiel)

 

JawaPos.com–Drama pencabutan gelar AFCON 2025 milik Senegal tidak hanya mengguncang sepak bola Afrika. Pernyataan lama Sadio Mane kembali jadi bahan pembicaraan.

Melansir Give Me Sport, pemain Senegal itu sebelumnya menjadi sosok kunci di tengah kekacauan final. Ketika sebagian besar rekan setimnya memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti kontroversial, Sadio Mane justru tetap bertahan dan berusaha menenangkan situasi.

Sadio mane bahkan menjadi orang yang mendorong timnya untuk kembali bermain, dengan alasan yang sangat kuat soal nilai sepak bola itu sendiri.

”Sepak bola adalah sesuatu yang istimewa, dunia sedang menonton, dunia mencintai sepak bola dan saya pikir sepak bola adalah sebuah kesenangan, jadi kita harus memberikan citra yang baik untuk sepak bola,” ucap Sadio Mane.

Namun, di balik sikap tersebut, Mane juga tidak menutupi kekecewaan terhadap situasi yang terjadi. Dia menilai aksi meninggalkan lapangan justru memberikan citra buruk bagi sepak bola Afrika. Dia sempat melontarkan pernyataan yang kini terasa seperti ramalan pahit.

”Menurut saya, akan gila jika pertandingan ini tidak dimainkan karena, apa? Wasit memberikan penalti dan kita tersingkir dari pertandingan? Saya rasa itu akan menjadi hal terburuk, terutama di sepak bola Afrika. Saya lebih memilih kalah daripada hal seperti ini terjadi pada sepak bola kita,” tutur Sadio Mane.

”Saya rasa ini sangat buruk. Sepak bola seharusnya tidak berhenti bahkan selama sepuluh menit pun, tetapi apa yang bisa kita lakukan? Kita harus menerima apa yang telah terjadi, tetapi hal baiknya adalah kita kembali dan memainkan pertandingan, dan apa yang terjadi telah terjadi,” lanjut dia.

Kalimat lebih memilih kalah kini terasa ironis, mengingat Senegal benar-benar dinyatakan kalah secara resmi oleh CAF. Senegal kehilangan gelar juara yang sebelumnya mereka rayakan.

Setelah pertandingan final itu sendiri, Mane sempat merasa bahwa keputusan untuk melanjutkan laga adalah hal yang tepat. Dia bahkan menyebut timnya diberi hadiah karena tetap bermain hingga akhir.

”Secara pribadi, saya rasa itu bukan penalti. Tapi jika wasit memutuskan demikian, kita harus menghormatinya. Semua orang ingin keluar lapangan. Saya meminta pendapat Claude Le Roy, dan dia menyuruh saya untuk tetap bermain,” terang Sadio Mane.

”Mamadou Niang mengatakan hal yang sama kepada saya, begitu pula El Hadji Diouf. Jadi saya pergi dan meminta semua orang untuk tetap tinggal. Pada akhirnya, kami mendapatkan imbalannya,” papar dia.

Sayangnya, imbalan yang dimaksud kini seolah menguap begitu saja. Dengan keputusan CAF yang menyatakan Senegal kalah 3-0 akibat insiden meninggalkan lapangan, gelar yang sempat dianggap sebagai penutup manis karir AFCON Mane kini berubah menjadi salah satu momen paling pahit.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore