
Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (ig @mancity)
JawaPos.com–Meski kembali disingkirkan Real Madrid di Liga Champions, Pep Guardiola justru memberikan pernyataan menarik soal rival terberat dalam karir kepelatihannya. Bukan klub raksasa Spanyol itu, melainkan Liverpool di era Jurgen Klopp yang dia anggap sebagai tantangan terbesar.
Manchester City baru saja tersingkir dengan agregat 5-1 setelah kalah 2-1 di leg kedua Liga Champions. Namun dalam konferensi pers usai laga, Pep Guardiola dengan tegas membantah bahwa Real Madrid adalah rival utamanya.
”Tidak, tantangan terbesar saya adalah Jurgen Klopp bersama Liverpool, selama bertahun-tahun di sini. Anda berada di Spanyol, Anda tidak menyadari betapa ketatnya persaingan itu,” kata Pep Guardiola kepada seorang jurnalis Spanyol.
Melansir ESPN, pernyataan tersebut cukup masuk akal jika melihat intensitas persaingan City dan Liverpool dalam beberapa musim terakhir di Liga Inggris. Kedua tim saling sikut dalam perebutan gelar, sering kali dengan selisih poin yang sangat tipis.
Guardiola juga menyoroti bagaimana perjalanan City di Eropa menjadi bagian dari proses perkembangan klub.
”Ini merupakan pengalaman belajar yang baik bagi klub, karena klub ini 12 atau 13 tahun yang lalu tidak pernah bermain di Eropa. Bermain berkali-kali melawan Real Madrid, dengan generasi pemain yang kami miliki, kami telah berhasil melakukannya,” terang Pep Guardiola.
Dia mengakui, duel melawan Madrid berjalan cukup seimbang, meski hasil akhir dalam beberapa tahun terakhir lebih sering berpihak pada Los Blancos.
”Mereka menang, kita juga menang. Angkanya mirip, mereka lebih sering mengalahkan kita daripada kita mengalahkan mereka. Tapi mereka tahu bagaimana cara kita bermain,” ungkap Pep Guardiola.
Secara statistik, Guardiola memang punya rekam jejak panjang melawan Madrid sejak masih melatih Barcelona, lalu Bayern Munich, hingga Manchester City. Namun, dalam beberapa musim terakhir, Madrid lebih sering menjadi batu sandungan di Liga Champions.
Sebaliknya, rivalitas dengan Klopp terasa lebih konsisten dan intens. Di Bundesliga hingga Liga Inggris, keduanya saling mengalahkan dengan rekor yang relatif berimbang. Meski Guardiola unggul dalam jumlah trofi liga, Klopp kerap memberikan perlawanan sengit yang membuat persaingan semakin menarik.
Menariknya, salah satu pemain yang merasakan langsung panasnya rivalitas itu adalah Trent Alexander-Arnold. Kini berseragam Madrid, dia mengakui betapa beratnya menghadapi City di masa lalu.
”Senang rasanya menang di sini, bisa mengalahkan mereka. Mereka telah merebut banyak medali Liga Premier dari saya dan Liverpool. Saya selalu menikmati bermain di sini, saya selalu merasa ini adalah pertandingan terbesar, City adalah klub papan atas. Mentalitas kami adalah datang ke sini dan menang,” kata Trent kepada Prime Video Sport.
