Gelandang muda Bercelona Pedri. (Istimewa)
JawaPos.com–Gelandang muda Bercelona Pedri mengobarkan semangat kebangkitan atau remontada menjelang laga krusial leg kedua semifinal Copa del Rey melawan Atletico Madrid, pada Rabu (4/3) pukul 03.00 WIB.
Meski tertinggal empat gol tanpa balas pada pertemuan pertama, sang maestro meyakini bahwa karakter skuad Blaugrana yang nekat justru akan menjadi kunci pembalik keadaan.
”Kami adalah skuad muda dengan sedikit titik ketidaksadaran (inconsciencia), dan pada laga Selasa nanti, hal itu justru akan menguntungkan kami,” ujar Pedri dalam wawancara dengan program Gol a gol TV3, dikutip melalui laman Marca, Senin (2/3).
Pedri, yang baru saja pulih dari cedera dan sempat mencicipi menit bermain melawan Villarreal serta Levante, mengakui bahwa performa Barcelona di Stadion Metropolitano merupakan salah satu titik terendah mereka musim ini. Dia secara terbuka menyebut timnya dilindas oleh intensitas permainan anak asuh Diego Simeone.
”Babak pertama di leg pertama adalah salah satu penampilan terburuk kami. Kami kehilangan jati diri, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Namun, sepak bola selalu memberi ruang untuk penebusan,” tutur Pedri.
Bagi pemain asal Bajamar, Tenerife, ini laga di Camp Nou bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum revans. Dia pun mengajak para Cules untuk memadati stadion dan menciptakan atmosfer yang lebih mengintimidasi dibandingkan tekanan yang mereka terima di Madrid.
Optimisme Pedri bukan tanpa alasan. Dia merujuk pada rekam jejak tim asuhan Hansi Flick musim lalu yang kerap membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
”Jika kami mampu membalikan skor hanya dalam 20 menit, mengapa tidak dalam 90 menit? Jika ada satu tim di dunia yang mampu mengejar ketertinggalan 4-0 dari Atletico, tim itu adalah kami,” tegas Pedri.
Selain faktor kolektivitas, Pedri juga menyoroti peran vital Lamine Yamal. Penampilan impresif remaja tersebut, yang baru saja mencetak hattrick ke gawang Villarreal, diharapkan menjadi motor serangan yang sulit dibaca pertahanan rapat Atletico.
Di balik perannya sebagai roh permainan, Pedri juga memaparkan filosofi permainannya yang lebih mengandalkan kecerdasan ketimbang fisik. Dia mengaku selalu memindai celah di pertahanan lawan sejak peluit pertama dibunyikan.
”Saya mencoba mengantisipasi apa yang akan terjadi, berada satu detik lebih awal. Jika harus beradu fisik, saya biasanya kalah. Karena itu, saya lebih banyak merebut bola melalui intuisi,” jelas Pedri.
Menghadapi kawalan ketat pemain lawan yang kerap menguntitnya, Pedri memiliki cara yang unik, yaitu memancing lawan keluar dari posisinya dan membuat mereka frustasi dengan pergerakan konstan tanpa bola. Taktik inilah yang diharapkan mampu mengurai pertahanan grendel Atletico pada Rabu mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022