Dominik Szoboszlai, Curtis Jones, Mohamed Salah bawa Liverpool masuk putaran kelima Piala FA 2026. (@LFC/X)
JawaPos.com – Liverpool dikabarkan kembali meraup keuntungan yang sangat besar setelah menyabet gelar juara Liga Inggris musim lalu dengan surplus sebelum pajak sebesar GBP 15,2 juta (sekitar Rp 339.544.350.000). Tetapi, The Reds juga menjadi tim dengan tagihan gaji tertinggi di liga utama.
Peningkatan pendapatan media sebesar GBP 60 juta memberikan dorongan terbesar pada keuangan The Reds, dengan tim mencapai babak 16 besar Liga Champions dibandingkan dengan perempat final Liga Eropa tahun sebelumnya yang merupakan hal yang signifikan.
"Kami tidak merahasiakan keinginan kami untuk menjalankan dan mengoperasikan klub yang berkelanjutan secara finansial, untuk meningkatkan aliran pendapatan, dan untuk melakukan di luar lapangan demi membawa kesuksesan di lapangan," kata kepala keuangan Jenny Beacham.
Namun, bonus performa atas keberhasilan tim meraih gelar juara, ditambah perpanjangan kontrak Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, peningkatan staf, dan biaya administrasi pertandingan, menyebabkan pengeluaran meningkat sebesar GBP 42 juta menjadi GBP 428 juta.
Biaya tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak musim 2016/2017 dan kini menempatkan mereka di atas Manchester City, yang biaya karyawannya untuk musim yang sama sebesar GBP 408 juta.
Karena angka-angka ini berkaitan dengan musim lalu, dengan periode perhitungan hingga (31/5), pengeluaran tersebut tidak dihitung pengeluaran besar Liverpool sebesar GBP 450 juta untuk merekrut bintang seperti Alexander Isak, Florian Wirtz, serta Hugo Ekitike.
Namun setelah dua tahun mengalami kerugian sebelum pajak sebesar GBP 9 juta pada 2022/2023 dan GBP 57 juta pada 2023/2024, The Reds justru kembali meraup keuntungan yang sangat banyak
"Musim 2024/2025 (Liverpool) adalah contoh bagus bagaimana hal ini (pengelolahan keuangan klub) dapat berhasil, dengan pendapatan rekor di samping tim putra memenangkan gelar liga ke-20 kami," sambung Jenny.
Selain peningkatan pendapatan media, secara rinci seperti pendapatan pertandingan meningkat sebesar GBP 14 juta menjadi GBP 116 juta dengan pendapatan komersial naik GBP 15 juta menjadi GBP 323 juta.
Namun, dalam empat tahun terakhir biaya utilitas telah meningkat sebesar 107 persen bagi klub raksasa sebagai pemegang 20 mahkota Inggris ini dengan pajak bisnis yang mereka catatkan sebesar 286 persen.
"Tantangan bagi kami adalah untuk melanjutkan perkembangan, melalui kerja keras di berbagai bidang seperti portofolio kemitraan dan penawaran ritel kami, serta terus melakukan diversifikasi fokus kami untuk melayani basis penggemar global kami dengan sebaik-baiknya," pungkas Jenny.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
