Bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold. (Thomas Coex/AFP)
JawaPos.com - Real Madrid memastikan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions UEFA setelah menang agregat 3-1 atas Benfica. Secara hasil, misi tercapai. Tapi kalau bicara performa individu, khususnya Trent Alexander-Arnold, ceritanya sedikit berbeda.
Di atas kertas, ini malam yang seharusnya terasa nyaman bagi Madrid. Vinicius Junior memastikan kemenangan lewat golnya 10 menit jelang bubaran, mengunci laga yang sebenarnya berjalan lebih tegang dari perkiraan.
Tim asuhan Alvaro Arbeloa datang ke leg kedua dengan skuad terbatas, tanpa Kylian Mbappe yang cedera, dan permainan mereka pun terlihat kurang mulus.
Benfica bahkan sempat bikin jantung suporter tuan rumah berdebar lebih cepat. Rafa Silva membuka keunggulan setelah kemelut yang melibatkan Thibaut Courtois.
Untungnya, dua menit berselang, Aurelien Tchouameni mencetak gol penyeimbang lewat sepakan melengkung sekaligus menjadi gol pertamanya di Liga Champions. Namun di tengah semua drama itu, sorotan justru tertuju pada Alexander-Arnold.
Ujian Berat di Sisi Kanan
Bek kanan yang dikenal dengan kreativitas dan visi umpannya itu kembali diuji dalam aspek yang paling sering diperdebatkan: bertahan. Menghadapi tekanan Benfica yang agresif dari sisi sayap, ia beberapa kali terlihat kesulitan.
Melansir TNT Sports, Joe Cole tak ragu menguliti situasinya dari sisi taktik.
"Ini tentang bagaimana mereka menggunakannya secara taktis, karena dia pemain yang sangat berbeda dari Dani Carvajal," kata Cole. "Ada umpan satu-dua sederhana di tikungan, dan Benfica hampir masuk."
Komentar itu terasa menohok, tapi bukan tanpa alasan. Alexander-Arnold memang dikenal sebagai “seniman” dari lini belakang: umpan diagonal presisi, crossing tajam, dan insting menyerang yang sering jadi pembeda. Namun di klub seperti Real Madrid, standar yang diminta jauh lebih komplit.
Cole melanjutkan dengan nada yang lebih tegas.
“Saya tahu betapa bagusnya dia sebagai pemain, tetapi inilah situasinya, ketika Anda berada di Real Madrid, dan Anda memiliki seorang pemenang Liga Champions enam kali di bangku cadangan yang menunggu untuk masuk.”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
