Duel Atalanta vs Borussia Dortmund di Liga Champions berakhir dramatis dan penuh kontroversi. Insiden berdarah di menit akhir serta penalti menentukan membuat Dortmund tersingkir.
JawaPos.com - Pertandingan Liga Champions antara Atalanta dan Borussia Dortmund benar-benar menyuguhkan drama kelas atas lengkap dengan gol, comeback, VAR, hingga insiden berdarah di penghujung laga.
Dortmund datang ke Bergamo dengan keunggulan dua gol dari leg pertama. Secara teori, situasinya cukup nyaman. Namun di atas lapangan, ceritanya berbeda jauh.
Melansir Express.co, Atalanta tampil penuh determinasi dan sukses menyamakan kedudukan agregat menjadi 2-2 tepat sebelum turun minum. Stadion bergemuruh, momentum sepenuhnya berpindah ke kubu tuan rumah.
Memasuki babak kedua, tekanan Atalanta tak mengendur. Mario Pasalic mencetak gol ketiga bagi timnya malam itu, membawa mereka semakin dekat pada kebangkitan bersejarah.
Perlu dicatat, Atalanta sebelumnya belum pernah memenangkan pertandingan UEFA setelah tertinggal dua gol sebelum leg kedua. Jadi apa yang terjadi di Bergamo terasa seperti momen langka.
Namun Dortmund belum menyerah. Karim Adeyemi mencetak gol indah dari tepi kotak penalti yang membuat agregat kembali imbang.
Gol tersebut seolah memaksa pertandingan menuju babak tambahan waktu. Tegang? Jelas. Tapi drama sebenarnya ternyata masih menunggu di tikungan terakhir.
Memasuki menit ke-94, Atalanta melancarkan serangan balik cepat. Bola diarahkan ke Nikola Krstovic dan situasi terlihat sangat berbahaya bagi Dortmund.
Ramy Bensebaini berusaha melakukan penyelamatan krusial dan memang berhasil menghalau bola. Sayangnya, dalam momen yang sama, ia juga mengenai kepala Krstovic.
Sang penyerang langsung terjatuh dan terlihat berdarah di bagian kepala. Awalnya wasit mengabaikan protes pemain Atalanta, namun permainan dihentikan untuk pemeriksaan VAR.
Setelah meninjau ulang tayangan, wasit memutuskan bahwa kontak tersebut merupakan pelanggaran. Keputusan penalti pun diberikan.
Di tengah tekanan luar biasa, Lazar Samardzic maju sebagai algojo. Tanpa ragu, ia melepaskan tendangan keras yang meluncur tinggi ke jala samping gawang. Gol itu memastikan Atalanta lolos ke babak selanjutnya, sekaligus mengubur harapan Dortmund.
Laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan roller coaster emosi. Dari keunggulan agregat yang tampak aman, comeback dramatis, hingga insiden berdarah yang berujung penalti penentu semuanya terjadi dalam satu malam yang sulit dilupakan.
Bagi Dortmund, ini akan jadi evaluasi panjang. Bagi Atalanta, ini adalah malam bersejarah yang akan selalu dikenang para pendukungnya. Sepak bola memang tak pernah kehabisan cara untuk menghadirkan drama.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
