Pemain Atalanta, Pasalic. (Istimewa)
JawaPos.com - Pertandingan leg kedua playoff babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 antara Atalanta dan Borussia Dortmund akan tersaji pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Laga ini dipastikan berjalan sengit karena kedua tim sama-sama identik dengan permainan menyerang dan tempo tinggi.
Atalanta menghadapi tantangan berat setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Jerman. Artinya, wakil Italia itu wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga peluang lolos.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal penting bagi skuad asuhan Gian Piero Gasperini untuk tampil lebih berani sejak menit awal.
Secara taktik, Atalanta kemungkinan tetap mengandalkan formasi 3-4-2-1 yang sudah menjadi ciri khas mereka. Skema ini memungkinkan tekanan tinggi dan transisi cepat ketika merebut bola.
Kelebihan Atalanta terletak pada variasi serangan mereka bisa mencetak gol lewat bola mati, tembakan jarak jauh, maupun kombinasi cepat di kotak penalti.
Namun, gaya bermain agresif tersebut kerap meninggalkan ruang di lini belakang. Celah inilah yang berpotensi dimanfaatkan Dortmund.
Dengan keunggulan agregat 2-0, tim tamu diprediksi tidak akan terburu-buru menyerang. Mereka bisa bermain lebih sabar, menunggu momen untuk melancarkan serangan balik cepat.
Dortmund dikenal memiliki pemain-pemain muda dengan kecepatan dan kemampuan individu di atas rata-rata.
Transisi dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama. Jika Atalanta terlalu asyik menekan, ruang di belakang bek sayap bisa menjadi titik lemah yang berbahaya.
Secara historis, pertemuan kedua tim di kompetisi Eropa cenderung menghadirkan banyak gol.
Pada ajang Liga Europa 2017/2018, Dortmund lolos dengan agregat 4-3 setelah duel ketat dua leg. Catatan itu menunjukkan bahwa laga Atalanta kontra Dortmund hampir selalu berlangsung terbuka.
Beberapa faktor kunci akan menentukan hasil akhir. Pertama, efektivitas penyelesaian akhir. Atalanta harus memaksimalkan setiap peluang karena mereka butuh gol cepat untuk membalikkan keadaan.
Kedua, disiplin pertahanan Dortmund dalam meredam tekanan sejak awal pertandingan. Ketiga, duel taktik kedua pelatih dalam membaca momentum laga.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
