Legenda Arsenal Thierry Henry kritik Mikel Arteta dan peringatkan bahaya bagi tim. (ig @thierryhenry)
JawaPos.com - Kiprah klub-klub Italia di leg pertama babak play-off Liga Champions musim ini benar-benar bikin dahi berkerut. Tiga wakil Serie A yang tampil semuanya tumbang. Juventus dihajar Galatasaray, Atalanta takluk dari Borussia Dortmund, sementara Inter Milan dipermalukan Bodo Glimt di Norwegia.
Hasil ini tentu bukan sekadar kalah biasa. Ketiganya memang masih punya kesempatan membalas di leg kedua karena akan bermain di kandang sendiri. Tapi tetap saja, kalah bareng-bareng seperti ini jelas memunculkan tanda tanya besar soal daya saing klub Italia di Eropa musim ini.
Belum lagi fakta bahwa Napoli, sang juara bertahan Serie A, bahkan gagal lolos ke babak play-off. Kombinasi ini membuat situasinya terasa makin suram.
Kemunduran yang Mengganggu
Dalam beberapa tahun terakhir, Serie A sebenarnya sempat mendapat pujian. Inter dua kali menembus final Liga Champions pada 2023 dan 2025, menunjukkan bahwa klub Italia masih bisa bersaing di level tertinggi. Saat ini pun Inter memimpin klasemen domestik.
Namun, kekalahan dari Bodo Glimt mengubah narasi. Tim Norwegia itu memang terkenal solid, apalagi di kandang. Tapi jika melihat gambaran yang lebih luas, muncul kekhawatiran bahwa masalahnya bukan sekadar soal satu pertandingan buruk.
Ada potensi skenario paling pahit: semua wakil Italia tersingkir di fase ini. Jika itu terjadi, perdebatan soal kualitas dan konsistensi Serie A di kompetisi Eropa akan makin keras terdengar.
Henry: “Inilah kondisi sepak bola Italia saat ini”
Melansir Juve FC, Thierry Henry termasuk yang angkat suara. Mantan striker Prancis itu mengaku tidak terlalu terkejut dengan hasil tersebut.
“Apakah Anda terkejut dengan kekalahan ini? Inilah kondisi sepak bola Italia saat ini. Lihatlah hasil Bodo baru-baru ini, baik di kandang maupun tandang. Tim-tim Italia sedang mengalami masalah serius; apakah mereka begitu yakin bisa bangkit di leg kedua?”
Henry juga menambahkan.
“Saya tidak akan menganggapnya enteng; akan menarik untuk melihat bagaimana mereka mencoba bangkit di leg kedua. Ketika bahkan tim nasional kesulitan mencapai Piala Dunia tiga kali, ada satu hal yang jelas salah.”
Komentar itu terasa cukup menohok. Ia bukan cuma bicara soal hasil satu malam, tetapi menyinggung gambaran besar sepak bola Italia, termasuk performa tim nasional yang memang sedang jauh dari masa kejayaan.
Ujian Sesungguhnya di Leg Kedua

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
