Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam insiden rasisme terhadap Vinicius dalam laga Benfica vs Real Madrid dan memuji tindakan tegas wasit Francois Letexier yang langsung mengaktifkan protokol.
JawaPos.com - Insiden panas dalam laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid terus berbuntut panjang. Setelah Vinicius Junior menuduh Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasial, perdebatan pun meluas hingga ke berbagai sudut dunia sepak bola.
Rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, langsung memberikan dukungan terbuka. Ia mengaku mendengar Prestianni menyebut pemain Brasil tersebut sebagai "monyet" beberapa kali.
Situasi sempat memanas hingga pertandingan dihentikan sementara selama 10 menit mengikuti protokol UEFA, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Di tengah gelombang solidaritas untuk Vinicius, sejumlah tokoh sepak bola turut angkat suara. Namun, komentar yang paling mengejutkan datang dari mantan kiper Paraguay, Jose Luis Chilavert.
Chilavert Bela Prestianni
Chilavert, yang dikenal sebagai kiper produktif dengan 67 gol sepanjang kariernya, kembali menjadi sorotan bukan karena prestasinya di lapangan, melainkan karena pernyataannya yang kontroversial.
Melansir Give Me Sport, dalam wawancara radio, ia justru membela Prestianni dan menyalahkan Vinicius.
"Saya bersimpati kepada Prestianni karena Vinicius adalah orang pertama yang menghina semua orang. Jika Anda melihat ke kamera, sebelum dia mengatakan 'cagon' [pengecut]. Penghinaan pertama datang dari pemain berkulit hitam," katanya.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras. Apalagi, kasus ini masih dalam penyelidikan dan Prestianni berpotensi mendapatkan larangan bermain hingga 10 pertandingan jika terbukti bersalah.
Namun Chilavert tidak berhenti di situ. Ia juga melontarkan komentar lain yang semakin memperkeruh suasana.
"Itu bisa membuat komunitas gay, lesbian, dan lainnya sebagai contoh yang harus diikuti. Dan tidak, sepak bola adalah lapangan persegi panjang tempat para pria bermain dan tempat kami biasa mengatakan segalanya satu sama lain. Sejak mereka memasang mikrofon dan video itu, itu dianggap gay."
Ia bahkan menambahkan, "Masalahnya sangat mendalam: dunia tempat kita hidup saat ini memiliki sedikit ingatan. Ada pertandingan antara Brasil dan Spanyol di mana kamera Netflix merekam Vinicius dan dia menangis sambil mengatakan bahwa dia menginginkan sepak bola di mana orang kulit hitam dapat hidup lebih baik. Dia sendiri melakukan diskriminasi. Apakah dia ingin orang kulit putih hidup dalam kemiskinan?"
Serangan ke Mbappe
Tak hanya Vinicius, Chilavert juga menyasar Mbappe setelah sang penyerang Prancis menyatakan dukungannya terhadap rekan setimnya.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
