Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 23.00 WIB

Haiti Jadi Tim Pertama yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Turki Menyusul Meski Masih Punya Satu Laga

Haiti jadi negara pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026. (@demarkesports/X) - Image

Haiti jadi negara pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026. (@demarkesports/X)

JawaPos.com - Haiti resmi menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 0-3 dari Brasil dalam laga Grup C yang berlangsung pada Sabtu (20/6). Tidak lama berselang, Turki menyusul langkah Haiti keluar dari turnamen setelah hasil buruk di Grup D memastikan mereka tidak lagi memiliki peluang lolos ke babak gugur.

Haiti tak mampu mengimbangi permainan sang juara dunia lima kali yang tampil dominan sejak awal pertandingan. Gol-gol Brasil dicetak oleh pemain kunci Vinicius Junior dan Matheus Cunha. Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti pun menilai timnya tampil solid sepanjang pertandingan.

“Kami memainkan pertandingan yang lengkap, terutama di babak pertama. Di babak kedua kami mengontrol permainan. Secara keseluruhan kami bermain bagus,” ujar Ancelotti dikutip dari ESPN.

Haiti sendiri sebenarnya mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974. Namun, keterbatasan kualitas skuad membuat mereka kesulitan bersaing di level tertinggi.  Kekalahan itu memastikan Haiti tidak mungkin lagi mengejar posisi untuk lolos ke fase gugur dan menjadikan mereka tim pertama yang tersingkir meski masih memiliki satu laga melawan Maroko.

Sementara itu, Turki menyusul sebagai tim kedua yang harus angkat koper lebih awal. Kekalahan 0-1 dari Paraguay menjadi pukulan telak setelah sebelumnya mereka juga tumbang 0-2 dari Australia. Dua hasil negatif itu membuat Turki mengakhiri perjalanannya dengan tanpa poin dari dua pertandingan.

Turki sebenarnya masih memiliki satu laga tersisa melawan Amerika Serikat dan berpeluang mengumpulkan tiga poin. Namun, regulasi Piala Dunia kali ini menggunakan head-to-head sebagai penentu utama jika poin sama, bukan selisih gol.

Kekalahan Turki dari Australia dan Paraguay membuat skuad berjuluk si Bintang Bulan Sabit itu dipastikan tidak dapat unggul atas kedua tim lain dalam klasemen, berapa pun hasil di laga terakhir. Artinya, Turki pasti finis di posisi juru kunci grup.

Pelatih Timnas Turki Vincenzo Montella mengungkapkan kekecewaannya meski tetap bangga dengan perjuangan timnya.

“Saya sedih, tetapi juga sangat bangga dengan para pemain saya. Mereka memberikan segalanya hingga peluit akhir. Sepak bola memang seperti itu kadang-kadang,” ujarnya dikutip dari TNT Sports. Montella juga menyoroti buruknya penyelesaian akhir sebagai penyebab utama kegagalan timnya. “Ada 62 tembakan dalam dua pertandingan! Belum lagi penguasaan bola. Nasib tidak berpihak kepada kami,” kata Montella.

Turki sebenarnya tampil cukup agresif dengan total 62 percobaan tembakan dalam dua laga, tetapi kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor krusial yang berujung pada eliminasi dini. “Saya sangat menyesal. Harapan negara kami sangat tinggi, begitu juga harapan kami,” ujar Montella.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore