
Pemain Real Madrid Vinicius Junior berbicara dengan Pelatih Benfica Jose Mourinho dalam pertandingan Liga Champions 2025/2026. (Getty Images/Octavio Passos)
JawaPos.com - Polemik dugaan rasisme terhadap bintang Vinicius Junior di ajang Liga Champions kembali menjadi sorotan. Kali ini, suara tegas datang dari mantan bek timnas Prancis, Lilian Thuram, yang menilai respons pelatih Benfica, Jose Mourinho, tidak menunjukkan sikap yang jelas terhadap insiden tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat laga antara Real Madrid melawan Benfica di kompetisi Liga Champions.
Vinicius mengaku mendapat perlakuan rasis dari pemain muda Argentina, Gianluca Prestianni. Situasi sempat memanas dan pertandingan dihentikan beberapa menit setelah sang pemain menyampaikan protes kepada wasit.
Kasus ini tidak hanya menjadi pembahasan di Spanyol dan Portugal, tetapi juga meluas ke berbagai negara Eropa.
Thuram, yang selama ini dikenal aktif menyuarakan isu anti-rasisme, menilai komentar Mourinho terkesan meragukan insiden tersebut. Ia menyebut pernyataan sang pelatih seperti menyiratkan bahwa selebrasi Vinicius turut memicu kejadian itu.
Menurut Thuram, anggapan seperti itu berbahaya karena berpotensi menggeser fokus dari dugaan tindakan rasis ke perilaku korban.
Ia menegaskan bahwa rasisme tidak pernah bisa dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk ekspresi pemain saat merayakan gol. Dalam pandangannya, menyalahkan korban justru memperpanjang masalah yang sudah lama menghantui sepak bola Eropa.
Nama Kylian Mbappe juga ikut terseret dalam diskusi publik karena sebelumnya memberikan dukungan kepada Vinicius.
Thuram mempertanyakan mengapa kesaksian pemain kerap dipandang berlebihan ketika berbicara soal diskriminasi.
Ia menilai sikap skeptis terhadap laporan rasisme mencerminkan kurangnya empati terhadap korban.
Isu rasisme memang bukan hal baru di kompetisi elite Eropa. Berbagai kampanye telah dijalankan, namun insiden serupa masih terus terjadi.
Kasus yang menimpa Vinicius kembali membuka perdebatan tentang komitmen nyata klub dan pelatih dalam melawan diskriminasi.
Di tengah sorotan tajam, publik kini menanti langkah lanjutan dari otoritas sepak bola Eropa.
Apakah akan ada sanksi atau investigasi mendalam, masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, polemik ini menegaskan bahwa perjuangan melawan rasisme di sepak bola belum selesai dan membutuhkan sikap tegas dari semua pihak.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
