
Kedekatan Alvaro Morata dan Cesc Fabregas. (Dok Como)
JawaPos.com – Pelatih kepala Como, Cesc Fabregas tak ragu mengkritik Alvaro Morata. Sang pemain diusir karena mendapat dua kartu kuning berturut-turut dalam kekalahan 1–2 dari Fiorentina.
Striker internasional Spanyol itu masuk pada menit ke-57 saat timnya berusaha menyamakan kedudukan. Sial, Morata mendapat kartu kuning pada menit ke-88 usai duel dengan Rolando Mandragora.
Hanya 60 detik setelahnya, mantan pemain Chelsea itu menyundul bola ke arah Luca Ranieri saat bola tidak dalam permainan. Bisa ditebak, Morata langsung diusir dari lapangan.
"Provokasi (seperti yang dialami Morata) adalah bagian dari sepak bola," kata Fabregas yang berusia 38 tahun. Ia bicara soal kartu merah yang didapat striker veteran setelah pertandingan.
"Mereka yang tidak menerimanya (provokasi) harus melakukan sesuatu yang lain. Dia pemain berpengalaman," katanya.
"Saya tidak suka alasan. Anda harus memainkan permainan Anda sendiri (di lapangan). Apa yang dikatakan orang lain seharusnya tidak penting bagi Anda (saat dalam pertandingan)," tutup manajer asal Spanyol ini.
Morata, yang baru kembali dari cedera paha sejak Desember, akan diskors untuk laga pekan ke-25 Serie A melawan klub induknya, AC Milan pada Kamis (19/2) di San Siro.
Ia bergabung dengan Como dengan status pinjaman dari Rossoneri pada musim panas lalu. Morata ditugaskan menjadi veteran di antara pemain muda pasukan I Lariani dan belum cetak gol dalam 15 pertandingan.
Kekalahan anak asuhan Fabregas akhir pekan ini tutup rekor tak terkalahkan Como dalam 10 pertandingan. Tim itu turun ke posisi ketujuh di Liga Italia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
