
Real Madrid saat juara Liga Champions 2021/2022. (AP Photo)
JawaPos.com - Real Madrid dan UEFA akhirnya membuka jalan damai setelah konflik panjang terkait proyek European Super League yang memicu polemik besar di sepak bola Eropa.
Kedua pihak mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sengketa hukum yang bergulir dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah ini menjadi babak baru setelah Real Madrid sebelumnya menjadi klub terakhir yang masih terikat dengan proyek liga tandingan tersebut.
Barcelona, yang sempat berdiri di barisan pendukung, memutuskan mundur dan kembali menjalin hubungan dengan UEFA serta asosiasi klub Eropa.
Konflik memanas pada Oktober 2025 ketika Real Madrid mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap UEFA.
Gugatan itu muncul setelah badan sepak bola Eropa tersebut kalah dalam proses banding di pengadilan.
Putusan Pengadilan Provinsi Madrid menyatakan bahwa UEFA bersama Federasi Sepak Bola Spanyol dan La Liga dianggap melakukan praktik anti-kompetitif dengan melarang klub bergabung ke kompetisi di luar struktur resmi mereka.
Sebelumnya, Mahkamah Eropa pada 2023 juga menyatakan bahwa larangan terhadap klub yang ingin mengikuti Super League tidak sesuai dengan hukum Uni Eropa.
Putusan tersebut sempat memberi angin segar bagi pihak-pihak yang ingin menghidupkan kembali kompetisi alternatif tersebut.
Namun dalam perkembangan terbaru, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid menyatakan telah menemukan titik temu. Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa kesepakatan ini dibuat demi kepentingan sepak bola klub Eropa secara keseluruhan.
Ada beberapa poin utama yang disorot, termasuk penghormatan terhadap prinsip merit olahraga, komitmen pada keberlanjutan finansial klub dalam jangka panjang, serta peningkatan pengalaman suporter melalui pemanfaatan teknologi.
Kesepakatan ini juga disebut akan menjadi dasar penyelesaian seluruh proses hukum yang sebelumnya berjalan.
European Super League sendiri pertama kali diumumkan pada 2021 dengan dukungan 12 klub elite Eropa.
Namun gelombang protes dari suporter dan tekanan dari berbagai pihak membuat enam klub Premier League mundur hanya dalam waktu tiga hari. Sejak saat itu, proyek tersebut perlahan kehilangan dukungan.
Upaya kebangkitan sempat dilakukan pada akhir 2024 lewat konsep baru bernama Unify League, yang dirancang melibatkan 96 klub dalam empat divisi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
