
Manchester United mendominasi Tottenham di Old Trafford, namun Mark Clattenburg menilai Spurs diuntungkan dua keputusan wasit dan VAR meski tetap kalah 0-2.
JawaPos.com - Manchester United tampil dominan dan memberi pelajaran sepak bola kepada Tottenham Hotspur yang harus bermain dengan sepuluh pemain di Old Trafford.
Meski begitu, menurut mantan wasit Premier League Mark Clattenburg, Spurs justru bisa menganggap diri mereka "lolos" dari hukuman yang lebih berat dan beruntung hanya kalah 2-0.
Di bawah kendali Michael Carrick, Manchester United kini mencatatkan rentetan kemenangan terpanjang mereka sejak era Erik ten Hag.
Kemenangan atas Spurs menjadi semakin impresif karena datang setelah menaklukkan beberapa tim besar lainnya, menegaskan momentum positif yang sedang dibangun.
Gol dari Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes memastikan kemenangan United dalam laga yang praktis dikuasai sejak menit awal. Setan Merah menciptakan banyak peluang dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, andai penyelesaian akhir mereka sedikit lebih tajam.
Namun di balik dominasi tersebut, Clattenburg menyoroti dua insiden penting yang dinilainya merugikan Manchester United dan justru menguntungkan Tottenham.
Para pendukung United mungkin sudah terbiasa merasa dirugikan oleh keputusan wasit, terlepas siapa pun yang duduk di kursi manajer. Bedanya, kali ini United bermain sedemikian dominan sehingga keputusan-keputusan kontroversi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada hasil akhir pertandingan.
Meski demikian, Clattenburg menilai ada dua momen yang patut dipertanyakan. Insiden pertama melibatkan pelanggaran terhadap Matheus Cunha.
Dalam situasi tersebut, kontak awal terjadi di luar kotak penalti sebelum berlanjut ke dalam area terlarang, tetapi wasit tidak memberikan hukuman apa pun.
"Begitu Sarr tidak menyentuh bola setelah menggerakkan kakinya melewati Cunha untuk menciptakan pelanggaran menjegal, seharusnya pelanggaran diberikan," jelas Clattenburg.
"Tayangan ulang menunjukkan bahwa pelanggaran awal terjadi di luar garis, jadi seharusnya diberikan tendangan bebas, dan oleh karena itu VAR tidak dapat ikut campur."
Kesalahan kedua dinilai bahkan lebih mencolok. Bek Tottenham, Micky Van de Ven, terlihat bergulat dengan Harry Maguire hingga sang bek United terjatuh di dalam kotak penalti saat situasi sepak pojok.
"Micky Van de Ven bisa beruntung tidak melakukan pelanggaran penalti setelah tidak melihat bola dan mengayunkan lengannya yang mengenai Harry Maguire setelah bola dimainkan dari tendangan sudut," ujar Clattenburg.
"Ketika pemain tidak melihat bola, kemungkinan penalti akan diberikan menjadi lebih besar. Namun, saya tidak percaya ini adalah kesalahan yang jelas dari wasit, jadi saya tidak mengharapkan VAR untuk merekomendasikan peninjauan."
Pada hari yang berbeda, Manchester United seharusnya bisa mencetak setidaknya tiga gol, bahkan empat atau lima, melihat banyaknya peluang bersih yang mereka ciptakan. Kemenangan 2-0 ini terasa lebih kecil dari dominasi yang benar-benar mereka tunjukkan di lapangan.
