Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 00.50 WIB

Krisis Kepemimpinan di Real Madrid! Mantan Bintang LaLiga Sebut Federico Valverde Belum Layak Jadi Kapten

Federico Valverde, pemain Real Madrid. (Dok. Federico Valverde) - Image

Federico Valverde, pemain Real Madrid. (Dok. Federico Valverde)

JawaPos.com - Situasi Real Madrid saat ini dinilai jauh dari kata ideal. Berbagai faktor saling bertumpuk dan berujung pada satu hasil nyata: performa tim yang tak kunjung meyakinkan di atas lapangan. Ketidakstabilan ini membuat sorotan tajam mengarah pada sosok pemimpin di dalam skuad.

Pergantian manajer, dinamika internal di ruang ganti, hingga rasa “terlalu nyaman” yang mulai terlihat pada sejumlah pemain disebut menjadi akar masalah Los Blancos. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan akan figur pemimpin yang kuat terasa semakin mendesak.

Real Madrid saat ini dipimpin oleh Dani Carvajal dan Federico Valverde sebagai kapten. Namun, keduanya dinilai kesulitan menjaga ketenangan dan fokus tim, peran yang sebelumnya sangat lekat dengan sosok-sosok berpengalaman seperti Toni Kroos dan Luka Modric.

Real Madrid Belum Temukan Kapten Tim

Melansir Mundo Deportivo, pandangan kritis datang dari mantan bintang Villarreal dan Espanyol, Walter Pandiani. 

Dalam sebuah wawancara, mantan pemain internasional Uruguay tersebut secara terbuka menyebut bahwa ia belum melihat Valverde sebagai pemimpin sejati di ruang ganti Real Madrid.

“Madrid selalu membutuhkan seorang pemimpin. Mereka memiliki Federico Valverde sebagai kapten dan dia masih pemuda yang kita lihat bertahun-tahun lalu,” ujar Pandiani.

Ia kemudian menjelaskan lebih lanjut alasan di balik pandangannya tersebut. Menurutnya, Valverde masih belum berada di tahap yang tepat untuk memimpin tim sebesar Real Madrid, terutama tanpa kehadiran nama-nama senior yang biasa menjadi penyeimbang.

“Menurutku dia masih terlalu muda untuk menjadi pemimpin. Kurasa mereka butuh orang lain.”

Pandiani bahkan mengemukakan solusi yang cukup menarik sekaligus kontroversial. Ia menilai kembalinya sosok legendaris bisa menjadi jawaban atas krisis kepemimpinan yang sedang dialami Madrid saat ini.

“Dia [Ramos] adalah pemain hebat, yang bekerja keras secara fisik dan bisa menjadi contoh. Dia bisa membantu Arbeloa. Saya pasti akan menghubunginya.”

Pernyataan tersebut tentu memantik perdebatan. Di satu sisi, Valverde dikenal sebagai pemain dengan etos kerja tinggi dan loyalitas besar. Namun di sisi lain, tekanan untuk memimpin klub sebesar Real Madrid memang membutuhkan pengalaman, kharisma, dan suara yang benar-benar didengar di ruang ganti.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore