
Pemain Como. (Istimewa)
JawaPos.com–Como harus menelan pil pahit setelah Nico Paz gagal mengeksekusi penalti di menit akhir laga melawan Atalanta. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa meski pemain muda Como tampil gemilang, keberuntungan belum berpihak.
Alvaro Morata bahkan sempat menyatakan kesediaannya bermain gratis untuk musim depan jika klub berhasil meyakinkan Nico Paz bertahan satu tahun lagi. Namun di lapangan, perhatian utama tertuju pada aksi para pemain muda Como yang menunjukkan kualitas menawan.
Gelandang seperti Perrone dan kapten Lucas Da Cunha kini menjadi duet yang konsisten di lini tengah, sementara Jacobo Ramon kerap jadi distributor bola andal dari lini belakang. Tidak kalah Martin Baturina, gelandang asal Kroasia, tampil impresif sepanjang Januari dengan catatan tiga gol dan tiga assist dalam empat laga terakhir.
Di laga terbaru, Baturina menunjukkan pengaruhnya dari sayap kiri, beberapa kali memberi peluang emas bagi Tasos Douvikas. Tekanan Baturina bahkan membuat Como sukses merebut bola dari Atalanta di menit ke-12, namun tembakan Douvikas masih meleset.
Kesempatan berikutnya di menit ke-34 nyaris berbuah gol lewat umpan terobosan Baturina ke Douvikas, tapi Marco Carnesecchi berhasil menepisnya. Babak kedua berlangsung lebih ketat. Atalanta menstabilkan permainan dengan memasukkan Raoul Bellanova, sementara Como terus menekan.
Morata dan Ramon sempat mengancam, namun setiap peluang berhasil digagalkan kiper Atalanta. Puncak drama terjadi di menit ke-95, ketika VAR menghadiahkan penalti bagi Como akibat handball Giorgio Scalvini.
Sayang, eksekusi Paz terlalu lemah dan bola berhasil ditepis. Ini menjadi penalti ketiga Paz di Serie A yang belum berhasil ia konversi, meski kemampuannya dalam tendangan bebas tetap menjadi andalan, terbukti dengan gol spektakulernya ketika melawan Lazio.
Meski gagal meraih kemenangan, Fabregas langsung membela sang pemain muda.
”Saya tidak akan menghukum anak muda hanya karena gagal penalti. Nico mengambil keputusan sendiri karena dia seorang juara. Jika ingin meraih hal besar dalam sepak bola, kamu harus berani bertanggung jawab,” tegas pelatih Como dikutip dari The Guardians.
Baca Juga: Persija Jakarta Gigit Jari! Tinggalkan FC Utrecht, Ivar Jenner Dikabarkan Pilih Gabung Dewa United
Kekalahan ini tidak meruntuhkan posisi Como yang tetap berada di peringkat keenam klasemen Serie A, masih berpeluang ke Europa League dan belum sepenuhnya keluar dari perburuan empat besar. Dengan laga perempat final Coppa Italia menghadapi Napoli yang menunggu, Como masih punya peluang menorehkan prestasi besar musim ini.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
