
Selebrasi Kylian Mbappe usai membobol gawang CF Talavera. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Kehadiran Kylian Mbappe dalam starting XI Real Madrid saat menghadapi Talavera ternyata bukan sekadar keputusan teknis dari Xabi Alonso. Di balik itu, ada cerita menarik yang melibatkan ambisi pribadi sang bintang Prancis.
Melansir AS, Mbappe secara langsung mendekati Xabi Alonso dan meminta untuk dimainkan dalam laga tersebut. Permintaan itu bukan tanpa alasan. Ia didorong oleh target pribadi yang sangat spesifik dan sarat makna.
Saat itu, Mbappe sedang berada di ambang sejarah. Jelang laga melawan Talavera, ia hanya terpaut tiga gol untuk menyamai rekor Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak Real Madrid dalam satu tahun kalender, dan empat gol lagi untuk melampauinya.
"Pencapaian tersebut jelas punya arti besar bagi Mbappe, yang sejak lama mengakui Ronaldo sebagai inspirasi terbesarnya," tulis AS.
Di atas lapangan, Mbappe membuktikan bahwa keputusannya tidak sia-sia. Ia mencetak dua gol ke gawang Talavera, membuat jaraknya dengan rekor Ronaldo semakin menipis.
Dua gol itu juga membuka peluang terakhir baginya untuk menyamai atau bahkan memecahkan rekor, dengan laga kandang La Liga melawan Sevilla menjadi kesempatan terakhirnya di tahun ini.
Satu kesempatan lagi
Statistik Mbappe sepanjang tahun 2025 menunjukkan betapa konsistennya performa sang penyerang. Ia sudah mencatatkan empat hat-trick, ditambah satu penampilan luar biasa dengan empat gol ke gawang Olympiacos.
Sevilla, lawan berikutnya, juga bisa dibilang cukup bersahabat bagi Mbappe. Musim lalu, ia mencetak dua gol di masing-masing dari dua pertemuan melawan tim asal Andalusia tersebut—sebuah catatan yang tentu menambah optimisme.
Yang membuat keputusannya bermain melawan Talavera semakin mencuri perhatian adalah kondisi kebugarannya. Mbappe diketahui mengalami ketidaknyamanan fisik dalam beberapa pekan sebelumnya, sehingga banyak pihak mengira ia akan diistirahatkan. Dengan lawan yang relatif lebih ringan dan jadwal yang padat, keputusan tersebut sebenarnya sangat masuk akal.
Namun, dorongan untuk mencetak sejarah datang langsung dari sang pemain. Mbappe memilih untuk tetap bermain, menunjukkan betapa besar ambisinya.
Meski begitu, ada narasi lain yang membuat Real Madrid patut waspada. Kesediaan Alonso menurunkan Mbappe sejak menit awal bukan hanya soal membantu sang pemain mengejar rekor, tetapi juga menyangkut aspek keamanan tim.
Baca Juga: Prediksi Persebaya Surabaya vs Borneo FC! Bonek Tunggu Magis Shin Sang-gyu di Gelora Bung Tomo
Fakta menunjukkan bahwa setiap kali Mbappe absen musim ini, daya gedor Real Madrid cenderung menurun—sebuah realitas yang sulit diabaikan.
Dengan kata lain, laga melawan Talavera menjadi gambaran jelas bahwa Mbappe bukan hanya mengejar sejarah pribadi, tetapi juga telah menjadi figur sentral yang sangat menentukan bagi Real Madrid saat ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
