
Dean Huijsen optimistis dengan peluang Real Madrid ketika menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Champions di Anfield. (Dok. Madrid)
JawaPos.com - Dean Huijsen datang ke Real Madrid pada musim panas dengan cerita ideal untuk seorang bek muda: impresif sejak hari pertama, langsung dipercaya Xabi Alonso, dan menjadi starter dalam situasi darurat karena badai cedera yang melanda lini belakang Los Blancos.
Ia memang layak mendapatkan debutnya, tetapi tak bisa dipungkiri, krisis cedera membuat jalannya menuju tim utama jauh lebih terbuka.
Kualitas Huijsen terlihat jelas. Tenang, agresif ketika diperlukan, dan punya kemampuan membaca permainan yang matang untuk usianya.
Tak heran jika ia sempat menciptakan kesan bahwa tempatnya sebagai starter hampir tak tergoyahkan. Namun, waktu membuktikan hal sebaliknya.
Menurut laporan MARCA, situasi Huijsen kini berubah total. Kesalahan kecil yang mulai muncul sebelum ia cedera membuat posisinya goyah.
Dan sekarang, setelah ia menepi cukup lama, statusnya tidak lagi sama. Ia tidak lagi mendapat jaminan sebagai starter, sesuatu yang tak terbayangkan hanya satu bulan lalu.
Penyebabnya? Dua nama besar: Éder Militão dan Antonio Rüdiger. Keduanya kembali pulih tepat waktu dan langsung menunjukkan level yang membuat mereka tak tergantikan.
Militão dan Rüdiger menjadi starter dalam laga melawan Girona dan Athletic Club, memberikan stabilitas dan clean sheet—sebuah “pernyataan” kuat di tengah periode sulit Real Madrid.
Sementara itu, Huijsen masih menunggu hasil pemeriksaan medis terbaru untuk menentukan kapan ia bisa kembali merumput. Yang jelas, ia kini harus memulai dari awal lagi.
Tidak ada lagi status otomatis sebagai pilihan utama. Persaingan kembali ke level tertinggi, dan ia harus bertarung untuk mendapatkan tempatnya.
Sejauh musim ini, Huijsen telah tampil sebagai starter dalam 11 laga dan mencatat rata-rata lebih dari sepuluh aksi bertahan per pertandingan, plus dua clean sheet. Angka yang solid, tetapi tidak cukup untuk menjamin tempat ketika para bek senior kembali ke level terbaik.
Bagi Huijsen, babak baru dimulai. Dan bagi Real Madrid, ini adalah “masalah bagus” karena mereka akhirnya punya lebih dari cukup bek yang siap dimainkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
