
Penyerang Manchester United Joshua Zirkzee. (Dok. Premier League)
JawaPos.com - Ruben Amorim menyoroti "pengaruh" Joshua Zirkzee setelah golnya dalam kemenangan comeback Manchester United atas Crystal Palace.
Setan Merah tertinggal akibat penalti Jean-Philippe Mateta di babak pertama di Selhurst Park, tetapi gol dari Zirkzee dan Mason Mount setelah jeda melengkapi comeback, sekaligus memastikan kemenangan 2-1.
Itu menandai kemenangan pertama United di London dalam tujuh pertandingan, dan itu baru kedua kalinya mereka memenangkan pertandingan Liga Inggris di bawah Amorim setelah tertinggal 1-0 saat jeda babak pertama.
Gol Zirkzee terjadi hampir setahun sejak gol terakhirnya di liga utama, yang tercipta berkat dua gol saat kemenangan 4-0 atas Everton pada 1 Desember 2024.
"Mencetak gol memang penting, tapi bukan hanya golnya," ujar Amorim tentang pemain internasional Belanda itu. "Gol-gol itu memberi kepercayaan diri, tapi Joshua juga sudah jauh lebih baik dalam cara ia memegang bola," terang Amorim.
"Itu seharusnya memberinya banyak kepercayaan diri. Dia memengaruhi permainan dan itu penting bagi permainan kami. Dia perlu mempertahankan level itu dalam latihan. Kami punya lebih banyak pemain di skuad yang bisa mencetak gol. Saya sangat senang dengan mereka. Joshua belum banyak bermain, dan Mason bekerja sangat keras," katanya lagi.
Amorim senang dengan respons babak kedua dari timnya, yang kemudian naik kembali ke posisi enam besar.
"Detail-detail kecil itulah yang membantu," tambahnya. "Kecepatan dan intensitasnya lebih baik di babak kedua. Saya melihat Palace mulai kelelahan di akhir babak pertama, dan tahu mereka akan kesulitan jika kami mencetak gol," imbuh Amorim.
"Kami berhasil mengendalikan permainan dengan baik, jauh dari gawang kami dan di area pertahanan lawan. Kami memang mengendalikan permainan dengan baik, tetapi kami harus berhati-hati dengan apa yang kami lakukan di babak pertama. Kami tidak berada di dekat kotak penalti kami sendiri dan, di babak kedua, kami menyentuh setiap bola pertama lalu mendapatkan bola kedua. Kami memanfaatkan lawan yang kelelahan," lanjut pelatih berusia 40 tahun itu.
"Saat ini, saya hanya ingin mengevaluasi tim kami. Kami perlu berkembang dan menciptakan variasi dalam cara kami membangun tim, itu hal terpenting," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
