Singapura tunjuk Gavin Lee sebagai pelatih kepala. (ESPN)
JawaPos.com-Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan kursi pelatih Lions. Gavin Lee, sosok yang membawa Singapura lolos ke Piala Asia resmi diangkat sebagai pelatih kepala hingga gelaran pada Januari 2027.
Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di kantor pusat FAS di Stadion Jalan Besar, Jumat (28/11) sore. Penunjukan Lee menjadi jawaban atas pertanyaan siapa yang akan memimpin The Lions dalam dua tahun krusial ke depan.
Keputusan tersebut juga menegaskan kepercayaan penuh federasi setelah pencapaian Singapura yang mencatatkan sejarah besar. Singapura berhasil lolos ke Piala Asia untuk pertama kalinya.
Pada usia 35 tahun, Lee mencatat jejak penting dalam karirnya. Dia menjadi pelatih lokal pertama yang diberi mandat penuh sejak era V. Sundramoorthy (2016–2018).
Sebelum ini, sosok lokal seperti Fandi Ahmad dan Nazri Nasir sempat mengisi posisi pelatih namun hanya sebagai caretaker.
Perjalanan Lee menuju posisi strategis ini dimulai sejak keberhasilannya menukangi BG Tampines Rovers. Saat ditunjuk pada usia 29 tahun, dia bahkan tercatat sebagai pelatih paling muda dalam sejarah Liga Premier Singapura.
Pencapaian itulah yang membuka jalan bagi dirinya bergabung dengan staf pelatih Lions pada Maret lalu, di bawah komando Tsutomu Ogura. Namun, perubahan besar terjadi ketika Ogura mundur mendadak karena alasan pribadi pada Juni.
FAS memberikan tanggung jawab besar kepada Lee untuk menyelesaikan kualifikasi Piala Asia, tugas yang berhasil dituntaskannya dengan sangat baik. Singapura memuncaki Grup C bahkan sebelum memainkan laga terakhir pada Maret mendatang.
Sejak mengambil alih, catatan kompetitif Lee bersama Lions sangat impresif dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan kualifikasi.
Singapura menderita kekalahan pada laga uji coba melawan Malaysia dan Thailand, serta bermain imbang kontra Myanmar, performa di laga resmi justru menjadi alasan kuat mengapa FAS memberikan kepercayaan penuh.
Lolos ke Piala Asia bukan hanya capaian historis bagi tim, tetapi juga membuka peluang bagi Singapura membangun fondasi generasi baru. Keberhasilan itu langsung memicu perbincangan publik tentang promosi Lee sebagai pelatih tetap, sebuah isu yang kini telah terjawab tuntas.
Yang menanti Lee bukan sekadar satu turnamen. Selain Piala Asia 2027 yang akan digelar pada 7 Januari hingga 5 Februari, dia juga harus menyiapkan tim untuk Piala Hyundai ASEAN 2026.
Turnamen regional yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus itu memiliki beban emosional tersendiri, mengingat Lions belum meraih gelar sejak 2012.
Dengan tantangan yang menumpuk, fokus Lee kini diarahkan pada pembentukan tim yang lebih stabil, kompetitif, dan mampu bersaing di dua level, regional dan kontinental. Konsistensi akan menjadi kunci, terutama karena Singapura akan menghadapi lawan-lawan jauh lebih tangguh di putaran final Piala Asia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
