Lucas Paqueta saat laga Brasil lawan Tunisia. (Dok. Lucas Paqueta)
JawaPos.com - Tim nasional Brasil hanya mampu bermain imbang melawan Tunisia di laga persahabatan. Laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut dimainkan di Stade Piere-Mauroy, Rabu (19/11).
Brasil sebenarnya bisa berbalik unggul saat Lucas Paqueta ditunjuk sebagai penendang penalti di menit ke-76. Namun, hal tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik karena bola hasil tendangannya harus melambung tinggi.
Pemain West Ham itu mengungkapkan penyebab dirinya gagal menendang penalti. Lucas Paqueta mengaku tidak mengubah caranya menendang penalti, namun perasaan cemas menjadi penyebab utama dirinya gagal.
"Cara saya mengambil penalti adalah selalu menunggu kiper bergerak, begitulah yang telah saya lakukan selama lebih dari lima tahun. Sayangnya, rasa cemas saya untuk mencetak gol membuat saya mengambil keputusan sebelum gerakan terakhir itu, jadi saya pikir itulah yang membuat saya tidak bisa mengeksekusi penalti seperti biasa dan akhirnya tidak berhasil," ucap Lucas Paqueta setelah pertandingan dilansir ESPN, Rabu (19/11).
Selain itu, Carlo Ancelotti menjelaskan alasan memilih Lucas Paqueta sebagai penendang penalti. Dia sebenarnya tidak ingin terlalu membebani Estêvão Willian yang sudah sukses menendang penalti pertama.
"Paqueta adalah eksekutor penalti. Untuk penalti kedua, saya menggantinya karena ingin mengurangi tekanan pada Estevao, jadi saya memasukkan Paqueta, yang biasanya mampu mengeksekusi penalti dengan sangat baik," ujar pelatih asal Italia tersebut.
Lucas Paqueta bermain selama 30 menit dan tidak mampu mengancam pertahanan Tunisia. Melansir Fotmob, gelandang 28 tahun tersebut melepaskan dua tendangan yang tidak tepat sasaran.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
