
Gabriel Palmero, FAM, Pemain Naturalisasi Malaysia Caption dan credit foto: Gabriel Palmero blunder sebut neneknya dari Spanyol. (Instagram @Malaysia_NT).
JawaPos.com - Blunder yang dilakukan oleh salah satu pemain naturalisasi Malaysia dalam wawancara resmi dengan FIFA kembali menguatkan kecurigaan terhadap keaslian dokumen kewarganegaraan para pemain naturalisasi.
Kasus ini mencuat setelah salah satu pemain naturalisasi itu memberikan pernyataan kontradiktif terkait asal-usul keluarganya.
Dilansir dari New Strait Times (18/11), FIFA Appeal Committee (Komite Banding FIFA) mengungkapkan detail mengejutkan mengenai salah satu dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sedang diinvestigasi.
Dalam dokumen keputusan sepanjang 63 halaman, FIFA mencatat bahwa pemain yang disebut sebagai ‘Pemain 1’ (Gabriel Felipe Arrocha atau yang lebih dikenal sebagai Gabriel Palmero) memberikan jawaban yang bertentangan ketika dimintai klarifikasi soal asal-usul kakek dan neneknya.
Dalam wawancara, pemain itu pertama kali menyatakan bahwa kakeknya lahir di Venezuela dan neneknya di Spanyol. Namun, hanya beberapa detik kemudian, sang pemain mengoreksi ucapannya dan menyatakan bahwa neneknya ternyata berasal dari Malaysia.
“Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol… maksud saya Malaysia, maaf,” kata sang pemain dikutip dari FIFA.
Karena adanya ketidaksesuaian dokumen itu, FIFA juga mengarahkan Sekretariat untuk melaporkan temuan kepada otoritas kriminal di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia agar penyelidikan pidana dapat segera dilakukan.
Kesalahan ini dianggap sebagai sinyal kuat adanya dugaan pemalsuan dokumen yang digunakan untuk memenuhi syarat kelayakan bermain sebagai pemain keturunan atau naturalisasi.
FIFA menjelaskan bahwa ‘Pemain 1’ gagal menyediakan dokumen asli yang sebelumnya diberikan kepada agennya. Akibatnya, pemeriksaan hanya dapat dilakukan melalui tiga dokumen, yaitu akta kelahiran neneknya yang diajukan FAM, akta yang diperoleh administrasi FIFA, dan akta yang diterbitkan pemerintah Malaysia.
Ketidaksesuaian dalam dokumen-dokumen ini membuat pernyataan sang pemain menjadi faktor kunci yang memperkuat kecurigaan.
FIFA menilai kesaksian sang pemain sangat signifikan karena ‘Pemain 1’ sebagai menjadi pemain terakhir yang diwawancarai, langsung memberikan jawaban yang tidak konsisten mengenai tempat kelahiran neneknya.
Jawaban itu kemudian dicantumkan FIFA dalam paragraf 55 poin pertama dan dirincikan dalam paragraf 145 hingga 147 sebagai bukti.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
