Pertandingan antara Haiti melawan Kosta Rika di Stadion Ergilio Hato, Willemstad, Curaçao, Jumat (14/11) (CONCACAF)
JawaPos.com – Tim nasional Haiti sedikit demi sedikit mencoba menorehkan kisah heroik mereka selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia).
Dikutip dari situs berita ESPN dan laman resmi FIFA, Haiti di luar dugaan membuat kejutan dengan mengalahkan tuan rumah Nikaragua dalam pertandingan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF pada Jumat (10/10) lalu.
Cuaca buruk dengan hujan deras dan kilat menyambar ditambah lampu yang sempat padam selama pertandingan di Stadion Nacional, Managua, Nikaragua, tidak membuat semangat para pemain Haiti turun.
“Hujan deras sekali. Para penggemar menggila setiap kali petir menyambar. Pada satu titik, hujan turun begitu deras, saya tidak bisa melihat ke mana kiper mengarahkan bola saat tendangan gawang,” kata bek timnas Haiti Markhus “Duke” Lacroix.
“Lampu padam, penonton semakin heboh. Kami kembali, tak ada yang bergerak sedikit pun. Semua orang masih di sana,” tambah Lacroix.
Terlepas dari jalannya pertandingan dalam kondisi cuaca yang buruk dan lampu padam, Haiti berhasil membawa pulang tiga poin dengan skor 0-3 di kandang Nikaragua.
“Untuk bersaing di kandang lawan, Anda harus bangga meredam atmosfer tersebut,” ucap Lacroix yang memberikan satu assist untuk gol terakhir bagi Haiti dalam laga itu.
Haiti terakhir kali bermain di Stade Sylvio Cator, stadion nasional sekaligus kandang mereka, pada Juli 2021 silam ketika menjamu Kanada dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022.
Pada Maret 2024, Stade Sylvio Cator diserbu oleh sekelompok geng dan Federasi Sepak Bola Haiti menyatakan bahwa mereka kehilangan kepemilikan atas stadion tersebut.
Geng-geng mengambil alih kekuasaan di negara tersebut menyusul pembunuhan Presiden Jovenel Moïse pada 2021.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa pada Juli 2025, lebih dari 1,3 juta penduduk Haiti mengungsi karena 85 persen wilayah Port-au-Prince berada di bawah kekuasaan geng.
Haiti terpaksa meminjam Stadion Ergilio Hato di kota Willemstad, Curaçao, sebagai kandang mereka selama pertandingan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF.
“Saya belum pernah bermain di Haiti, tetapi semua orang yang saya ajak bicara yang pernah bermain di Haiti mengatakan bahwa memiliki penggemar, dukungan negara, dan dukungan itu sangat berarti bagi saya,” ujar bek timnas Haiti Garven-Michee Metusala.
“Rasanya kita semua sudah terbiasa sekarang, tidak bermain di depan penggemar sendiri. Saya rasa kita tidak bisa lagi menggunakannya sebagai alasan,” tegas pemain yang lahir di Quebec, Kanada tersebut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
