
Neymar emosi saat Santos terancam degradasi. (ESPN)
JawaPos.com-Di tengah suasana muram di Estadio Vila Belmiro, ekspresi Neymar menunjukkan rasa frustrasi yang melanda Santos. Sang bintang tampak tak kuasa menahan emosi ketika ditarik keluar pada menit ke-85 dalam kekalahan 3-2 dari Flamengo, Minggu (9/11) malam waktu setempat.
Itu sebuah momen yang mencerminkan tekanan besar yang sedang dialami klub masa kecil Neymar. Pertandingan itu awalnya berjalan berat bagi Santos. Flamengo unggul tiga gol tanpa balas.
Situasi semakin menegangkan ketika pelatih Juan Pablo Vojvoda memutuskan menggantikan Neymar di pengujung laga. Saat berjalan keluar lapangan, penyerang berusia 33 tahun itu tampak kecewa dan mempertanyakan keputusan pelatih sebelum langsung menuju ruang ganti.
Dia menolak duduk di bangku cadangan hingga peluit panjang berbunyi, sebuah reaksi spontan yang terekam jelas oleh kamera televisi. Bagi sebagian besar penonton, amarah Neymar mencerminkan kepedihan yang lebih dalam.
Santos kini berada hanya satu tingkat di atas zona degradasi di Serie A Brasil. Setelah meninggalkan klub itu lebih dari satu dekade lalu untuk meniti karir di Eropa, Neymar kembali dengan harapan membantu klub yang membesarkannya. Namun kenyataan di lapangan jauh lebih keras dari yang dia bayangkan.
Pelatih Juan Pablo Vojvoda mencoba meredam polemik. “Soal Neymar, wajar saja dia marah, seperti pemain lain. Saya yang memutuskan siapa yang harus pergi, dan saya menganggap wajar jika dia kecewa. Dia tidak bersikap tidak sopan, dan rasa hormat itu tetap ada. Para pemain ingin bermain dan ingin membantu klub di masa sulit seperti ini,” papar dia.
Reaksi sang pelatih menggambarkan betapa rapuhnya situasi ruang ganti Santos saat ini. Dalam 15 penampilannya musim ini, Neymar baru mencetak tiga gol, kontribusi yang dinilai belum cukup untuk mengangkat performa tim.
Dia juga baru saja kembali merumput setelah absen 48 hari karena cedera otot. Masa pemulihan itu menambah frustrasi di tengah tekanan besar menyelamatkan klub dari degradasi.
Menurut laporan ESPN Brasil, kemarahan Neymar bukan semata karena pergantian pemain, melainkan akumulasi dari rasa kecewa terhadap kondisi tim dan hasil yang terus mengecewakan. Sumber yang dekat dengan sang pemain menyebutkan bahwa Neymar telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Santos jika klub akhirnya harus turun kasta.
Namun bagi banyak pendukung Santos, ekspresi emosional itu justru menegaskan betapa dalamnya ikatan Neymar dengan klub ini. Dia tumbuh di akademi Santos, mencatatkan debut profesional di usia 17 tahun, dan membantu tim meraih Copa Libertadores 2011, trofi kontinental yang hingga kini masih menjadi kebanggaan kota pesisir Sao Paulo itu.
Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Neymar kembali dalam situasi yang berbanding terbalik. Bukan untuk mengejar kejayaan, melainkan untuk menyelamatkan klub dari ancaman terburuk dalam sejarah modern mereka.
Di luar stadion, sebagian pendukung menilai ledakan emosinya adalah cermin dari rasa cinta dan tanggung jawab. Namun di sisi lain, situasi ini juga memperlihatkan tekanan mental seorang pemain besar yang harus memikul ekspektasi tinggi dalam fase sulit karirnya.
Apapun pandangannya, malam itu menjadi potret jujur dari perjalanan Neymar dan Santos, dua nama yang terikat oleh sejarah, kebanggaan, dan kini, penderitaan bersama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022