
Mason Mount (kiri) dan Ruben Amorim. (PA Images/Martin Rickett)
JawaPos.com-Mason Mount perlahan menemukan kembali peran di Manchester United setelah sempat diganggu cedera panjang. Di bawah asuhan manajer Ruben Amorim, gelandang asal Inggris itu mulai menunjukkan kontribusi penting dalam sistem permainan Setan Merah.
Mount mencetak gol pertamanya musim ini saat United menang atas Sunderland di Old Trafford. Gol tersebut juga menjadi yang pertama bagi Mount di Liga Primer sejak bergabung dari Chelsea pada Juli 2023.
Meski tampil impresif, Amorim tetap berhati-hati dalam mengelola menit bermain sang gelandang. Amorim memilih menarik Mount pada menit ke-66, keputusan yang disebutnya sebagai bagian dari strategi menjaga kebugaran menjelang laga penting melawan Liverpool di Anfield setelah jeda internasional.
Kehadiran Amorim membawa perubahan signifikan dalam dinamika ruang ganti United. Sejak tiba pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag, Amorim dikenal tegas dalam menyingkirkan pengaruh negatif dan membangun kembali kultur tim.
Mount termasuk pemain yang mendapat kepercayaan penuh dari pelatih berusia 39 tahun itu. Sikap profesional Mount dinilai menjadi contoh di ruang ganti.
Saat masa pemulihan cedera, pemain berusia 26 tahun itu tetap menghadiri rapat tim dan rutin berlatih di Carrington. Dia bahkan disebut kerap menjadi pemain terakhir yang meninggalkan tempat latihan untuk menjalani perawatan tambahan seperti mandi es dan sauna.
Mount juga menunjukkan adaptasi cepat terhadap sistem Amorim yang menekankan pressing dan pergerakan tanpa bola. Dia menyebut pengalamannya bermain di bawah Thomas Tuchel di Chelsea membantu memahami struktur permainan baru di United.
“Saya rasa saya punya pengalaman memainkan formasi yang mirip dengan yang dia (Amorim) sukai,” kata Mount.
“Saya pernah memainkannya sebelumnya. Jadi, mengetahui peran dan apa yang dia inginkan dari tim sangat berkesan bagi saya karena saya pernah melakukannya sebelumnya,” sambung dia.
Amorim pun menilai Mount memberikan dimensi berbeda di lini tengah United.
“Saya pikir Mason Mount bisa memberi kami lebih banyak peran sebagai gelandang daripada pemain sayap atau striker,” ucap Amorim.
“Dia bisa bertahan dengan sangat baik. Dia sangat cerdas, dia bisa menyerang dengan sangat baik,” lanjut dia.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Mount dipercaya mengisi posisi starter menggantikan Matheus Cunha. Dengan pressing ketat dan kerja keras di lini tengah, dia membantu menutup ruang bagi lawan dan menopang peran Bruno Fernandes serta Casemiro.
Bagi Amorim, energi dan etos kerja Mount menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki kestabilan permainan United.
“Saya melihat diri saya membawa banyak energi ke dalam tim dan terkadang memicu tekanan, menjadi sedikit katalisator untuk maju,” ujar Mount.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022