
Patrick Kluivert diminta mundur dari pelatih Timnas Indonesia oleh Andre Rosiade. (Timnas Indonesia)
JawaPos.com-Kepergian Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan, seolah jadi angin segar dan berkah tersendiri untuk Timnas Curacao dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Negara Amerika Selatan itu kini justru semakin dekat dengan pesta sepak bola dunia tahun depan.
Curacao saat ini berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Concacaf (Amerika Utara, Tengah, dan Kepulauan Karibia). Mereka tergabung di grup B bersama Jamaika, Bermuda, dan Trinidad and Tobago.
Kiprah Curacao pun cukup apik. Terbaru mereka mengalahkan Jamaika dengan skor 2-0 di Stadion Ergilio Hato. Kemenangan itu mengantarkan mereka memuncaki klasetujumen sementara grup B dengan tujuh poin.
Selain menang atas Jamaika, empat poin yang diraih Curacao berasal dari kemenangan atas Bermuda (3-2) dan imbang dengan tuan rumah Trinidad and Tobago (0-0).
Timnas Curacao kini berpeluang besar untuk mencatatkan sejarah baru dengan lolos ke Piala Dunia 2026. Sebab hanya juara grup yang berhak maju otomatis ke putaran final, sedangkan runner-up kemungkinan melaju ke babak antarkonfederasi.
Kini Curacao hanya perlu menjaga konsistensi mereka di tiga laga sisa. Yakni melawan Trinidad and Tobago di kandang, bertandang ke Bermuda, dan menantang Jamaika lagi.
Catatan ciamik Curacao ini mencuri perhatian. Utamanya di Indonesia karena mereka sukses setelah tak lagi bersama pelatih Patrick Kluivert.
Curacao memang tak asing dengan Patrick Kluivert. Mereka pernah merasakan sentuhan pelatih asal Belanda itu dan mengukir kisah dengan jangka waktu yang cukup lama.
Kebersamaan Curacao dengan Kluivert berlangsung dalam dua periode berbeda. Yakni pada 2014/2015 hingga 2015/2016 dan 2020/2021 sampai 2021/2022.
Menariknya lagi, kiprah Curacao di tangan Kluivert tak lebih bagus. Pada periode pertamanya ia hanya mencatatkan tiga kemenangan dan dua imbang dalam delapan pertandinga.. Rata-rata perolehan angkanya pun hanya 1,38 poin per pertandingan.
Kemudian di periode kedua, Curacao lebih mengkhawatirkan. Dari enam laga, Kluivert cuma dapat satu kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan dari enam laga. Keduanya pun berpisah dan Curacao kini ditangani Dick Advocaat.
Di satu sisi, Kluivert yang kini bersama Timnas Indonesia justru dapat pencapaian nahas. Garuda telah dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026 setelah mendapat hasil buruk di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia menelan dua kekalahan langsung, masing-masing dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Timnas Indonesia pun jadi juru kunci grup B putaran keempat sehingga harus menggugurkan impiannya ke Piala Dunia 2026. (*)
