
Pelatih Real Madrid Xabi Alonso. (ig xabialonso)
JawaPos.com-Langkah berani Real Madrid di bursa transfer musim panas lalu sempat memunculkan perdebatan. Klub raksasa Spanyol itu dinilai terlalu cepat berinvestasi besar pada sejumlah pemain muda yang belum sepenuhnya terbukti di panggung Eropa.
Namun, hanya beberapa bulan setelah musim dimulai, angka-angka menunjukkan bahwa keputusan tersebut mulai berbuah hasil. Menurut pembaruan data dari Transfermarkt, tiga dari empat rekrutan anyar Madrid kini mencatat peningkatan nilai pasar signifikan di bawah asuhan Xabi Alonso.
Hal itu menegaskan arah kebijakan klub menuju regenerasi bertahap yang terukur. Kasus paling mencolok adalah Dean Huijsen, bek tengah berusia 20 tahun yang direkrut pada pertengahan Mei dengan nilai 58 juta Euro. Dalam waktu kurang dari lima bulan, harga pasarnya melonjak menjadi 70 juta Euro.
Dia telah bermain dalam 661 dari total 810 menit kompetitif musim ini, atau sekitar 81,6 persen menit bermain resmi klub. Di bawah Alonso, Huijsen berkembang menjadi figur utama di jantung pertahanan, menunjukkan keseimbangan antara disiplin taktik dan keberanian progresif dalam membangun serangan dari belakang.
Nama lain yang menonjol adalah Alvaro Carreras (22 tahun). Nilai pasarnya meningkat dari 35 Euro juta menjadi 50 juta Euro, setara dengan biaya transfer yang dibayarkan Madrid untuk mendatangkannya.
Carreras mencatat 712 menit bermain atau 87,9 persen dari total waktu bermain yang tersedia musim ini, menegaskan konsistensinya di sisi kiri pertahanan. Dia hanya absen dalam laga Liga Champions melawan Kairat Almaty. Selebihnya menjadi salah satu pemain paling dipercaya Alonso dalam sistem berbasis penguasaan bola tinggi.
Sementara itu, Claudio Echeverri Mastantuono (18 tahun) menunjukkan potensi besar meski menit bermainnya masih terbatas. Dikontrak dengan harga 63,2 juta Euro, nilai pasarnya kini berada di angka 50 juta Euro, naik signifikan dari 30 juta Euro pada awal tahun.
Dalam 463 menit bermain (57,2 persen dari total musim), Mastantuono sudah memperlihatkan bakat mentah yang menjanjikan, visi, teknik, dan adaptasi cepat terhadap tempo La Liga.
Satu-satunya pemain baru yang nilainya belum berubah adalah Trent Alexander-Arnold (26 tahun), yang tetap di angka 75 juta Euro. Madrid hanya mengeluarkan 10 juta Euro untuk mempercepat kedatangannya sebelum Piala Dunia Antarklub.
Cedera hamstring membuatnya baru tampil 156 menit (19,26 persen). Meski demikian, kedatangannya tetap dianggap strategis, lebih pada investasi jangka menengah daripada pengaruh instan.
Secara keseluruhan, data Transfermarkt menempatkan Real Madrid pada posisi positif. Tiga dari empat rekrutan baru sudah meningkat valuasinya.
Angka ini menjadi cerminan langsung dari tren pasar yang kini tak hanya menilai performa jangka pendek. Tapi juga proyeksi pertumbuhan pemain di bawah pelatih yang dianggap visioner seperti Alonso.
Pendekatan mantan pelatih Bayer Leverkusen itu memang menekankan keseimbangan antara struktur dan kebebasan ekspresif di lapangan. Dia memberi ruang bagi pemain muda untuk beradaptasi dalam sistem yang menuntut kecerdasan posisi dan ketenangan dalam tekanan.
Hasilnya, para pemain tak hanya berkembang secara teknis, tapi juga mendapatkan peningkatan persepsi nilai di mata pasar global. Meski angka-angka Transfermarkt tidak menentukan secara finansial, mereka menjadi indikator penting dari bagaimana klub dan publik menilai aset olahraga.
Bagi Madrid, tren ini lebih dari sekadar data ekonomi, ini adalah konfirmasi bahwa proyek jangka panjang. Mereka memadukan stabilitas finansial, regenerasi, dan daya saing, berada di jalur yang tepat.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
