Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Oktober 2025, 14.54 WIB

Imbas Sanksi FIFA, JDT Kembalikan Status Kewarganegaraan Tiga Pemain Naturalisasi Ke Negara Asalnya

FIFA hukum FAM Rp1,8 Miliar, tujuh pemain Timnas Malaysia dilarang main. (mothership) - Image

FIFA hukum FAM Rp1,8 Miliar, tujuh pemain Timnas Malaysia dilarang main. (mothership)

JawaPos.com - Sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mulai terasa dampaknya. Klub Johor Darul Ta’zim (JDT), salah satu raksasa Liga Malaysia, terlihat melakukan pembaruan data di situs resmi klub mereka.

Menariknya, perubahan itu berkaitan dengan status kewarganegaraan para pemain naturalisasi.

"Imbas dari sanksi FIFA terhadap FAM, klub Johor Darul Ta’zim (JDT) melakukan pembaruan data kewarganegaraan tiga pemain naturalisasi di situs resmi mereka," demikian kutipan dari akun fanpage Facebook Timnas Indonesia Senior, .

Dalam daftar skuad terbaru yang dipublikasikan, JDT mengembalikan bendera asal tiga pemain naturalisasi mereka yang sebelumnya sempat tercatat sebagai warga negara Malaysia.

João Figueiredo kini kembali berstatus pemain asal Brasil.

Jon Irazabal dikembalikan sebagai pemain asal Spanyol.

Hector Hevel tercatat lagi sebagai pemain asal Belanda.

Langkah ini menjadi perhatian karena sebelumnya ketiganya sempat terdaftar sebagai pemain asal Malaysia di website klub.

Publik pun menilai perubahan ini sebagai bentuk penyesuaian setelah FIFA menghukum FAM terkait pemalsuan administrasi pemain naturalisasi.

Naturalisasi memang menjadi salah satu cara yang ditempuh timnas Malaysia untuk memperkuat skuad mereka di ajang internasional.

Sejumlah pemain berdarah keturunan Malaysia maupun pemain asing yang memenuhi syarat diproses naturalisasi agar bisa memperkuat Harimau Malaya.

Namun, proses ini tak jarang menimbulkan pertanyaan, terutama soal kelengkapan dokumen, masa tinggal, hingga legalitas status kewarganegaraan.

Kasus yang dialami FAM kini semakin menegaskan bahwa proses tersebut harus benar-benar transparan dan sesuai aturan FIFA maupun perundangan negara.

Dalam kasus JDT, perubahan data tiga pemain ini bisa dibaca sebagai langkah berhati-hati. Klub milik Tunku Ismail Sultan Ibrahim itu tampaknya tidak ingin ikut terseret dalam persoalan yang bisa merugikan mereka di kompetisi Asia.

Menariknya, isu serupa juga sempat ramai di Filipina. Sejumlah penggemar sepak bola di sana mempertanyakan status kewarganegaraan empat pemain Johor Darul Takzim yang menggunakan paspor Filipina padahal empat pemain tersebut tidak pernah memperkuat Timnas Filipina.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore