
Unionistas de Salamanca tangguhkan Gabriel Palmero usai skorsing FIFA atas Timnas Malaysia. (Dok. X/@HarimauAbroad)
JawaPos.com - Skandal pemalsuan dokumen menimpa sepak bola Malaysia. Tujuh pemain naturalisasi, termasuk bek muda Gabriel Palmero, dijatuhi larangan bermain 12 bulan oleh FIFA. Sanksi berat ini tidak hanya berdampak pada karier para pemain di lapangan, tetapi juga memicu reaksi keras di media sosial.
Dilansir dari News Straits Times (27/9), FIFA resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain Timnas Malaysia karena terbukti menggunakan dokumen palsu pada laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Para pemain itu ialah Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Facundo Garces, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Selain itu, masing-masing pemain juga didenda CHF 2.000 (sekitar Rp41,8 juta).
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dikenai denda CHF 350.000 (sekitar Rp7,31 miliar).
Palmero yang saat ini membela klub Spanyol Unionistas de Salamanca, langsung mendapat konsekuensi tambahan. Klubnya menegaskan telah menangguhkan sang pemain berusia 23 tahun itu dari seluruh aktivitas olahraga sampai ada kejelasan resmi.
“Klub sedang mengumpulkan seluruh informasi terkait kasus ini untuk menilai langkah yang tepat. Pemain akan tetap dibekukan dari seluruh aktivitas olahraga klub hingga ada komunikasi resmi lebih lanjut,” tulis pernyataan resmi klub dilansir dari News Straits Times (27/9).
Tak berhenti di situ, dampak skandal juga merembet ke ranah media sosial. Dilansir dari The Star (27/9), Palmero memilih mengunci akun Instagram pribadinya @gabriel.frch usai kabar sanksi mencuat. Sementara itu, enam pemain lain masih membiarkan akun mereka terbuka, tetapi membatasi kolom komentar.
Langkah ini diambil setelah banyak suporter Indonesia menyerbu media sosial untuk meluapkan kekecewaan dan menyalahkan Johor Darul Ta’zim (JDT) serta pemiliknya, Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Tunku Ismail sendiri sempat menyiratkan bahwa Indonesia berada di balik hukuman FIFA terhadap FAM.
Kasus ini sontak menjadi sorotan besar di Asia Tenggara. Selain merugikan Timnas Malaysia yang kehilangan tujuh pemain inti, reputasi sepak bola negeri jiran pun ikut tercoreng.
Sanksi di lapangan hingga tekanan di media sosial menunjukkan betapa besar dampak skandal ini bagi para pemain dan otoritas sepak bola Malaysia secara keseluruhan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
