
Gianni Infantino siap buka peluang Rusia kembali bermain di laga resmi FIFA. (X/@visegrad24)
JawaPos.com - Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka menyatakan dukungannya untuk mencabut aturan yang melarang Rusia tampil di kompetisi internasional. Menurut Infantino, sanksi itu tidak memberikan dampak positif dan justru menimbulkan masalah baru.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan kembali sikapnya terkait sanksi terhadap Rusia dalam kompetisi sepak bola internasional. Infantino menyebut larangan yang selama ini diberikan tidak memberikan hasil yang diharapkan sejak diberlakukan pada 2022. Pernyataan itu disampaikannya saat berada di London dalam agenda Women’s Champions Cup pada Minggu (1/2).
Dilansir dari ESPN, FIFA dan UEFA sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia pada Februari 2022. Keputusan itu diambil menyusul invasi Rusia ke Ukraina yang dipimpin Presiden Vladimir Putin.
Dalam pernyataan saat itu, FIFA dan UEFA menyatakan Rusia dikeluarkan dari Piala Dunia 2022 serta seluruh tim nasional dan klubnya diskors dari kompetisi internasional hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun, setelah empat tahun berjalan, Infantino menilai kebijakan itu tidak membawa perubahan berarti.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, Infantino menegaskan bahwa larangan itu hanya memicu frustrasi dan kebencian. Oleh karena itu, sang Presiden FIFA mendorong agar Rusia setidaknya diizinkan kembali berkompetisi pada kategori usia muda.
“Larangan ini tidak mencapai apa pun. Justru menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian. Mengizinkan putra dan putri muda dari Rusia bermain sepak bola di Eropa bisa membantu,” ujar Infantino.
Infantino juga menegaskan prinsipnya yang menolak sanksi olahraga berbentuk larangan total. Menurut Infantino, FIFA seharusnya mengkaji ulang regulasi agar tidak ada negara yang dilarang bertanding karena tindakan pemimpin politiknya.
“Saya selalu menentang larangan. Kita seharusnya tidak pernah melarang suatu negara bermain sepak bola karena tindakan pemimpin politiknya. Seseorang harus tetap menjaga jalur komunikasi tetap terbuka,” kata Infantino.
Infantino juga pernah menyuarakan pandangan serupa dalam kongres UEFA pada April 2025. Saat itu, Infantino menyebut keinginannya membawa Rusia kembali ke lanskap sepak bola sebagai simbol bahwa konflik telah terselesaikan.
Menanggapi hal itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan Rusia baru akan diterima kembali setelah perang benar-benar berakhir.
Meskipun demikian, UEFA sejatinya sempat mengambil langkah serupa pada 2023 dengan melonggarkan aturan agar tim U-17 Rusia dapat kembali berkompetisi. Namun, kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas dari federasi-federasi anggota.
Walau begitu, wacana kembalinya Rusia belum sepenuhnya tertutup. Di tengah larangan itu, Rusia sendiri tetap menjalani laga internasional berstatus uji coba.
Sementara itu, FIFA sudah mulai menunjukkan sinyal pelonggaran di level usia muda. Pada 17 Desember 2025, Dewan FIFA mengumumkan rencana festival U-15 yang terbuka bagi seluruh 211 asosiasi anggota. Agenda itu dinilai sejalan dengan pandangan Presiden FIFA Gianni Infantino yang mendorong agar Rusia kembali dilibatkan, setidaknya pada kategori tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
