Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 20.34 WIB

AS Roma Tundukkan OGC Nice 2–1, Gian Piero Gasperini Sebut Anak Asuhannya Pelu Belajar dari Kesalahan

Gian Piero Gasperini, pimpin Roma menuju kemenangan di pertandingan pembuka Liga Eropa. (X/@ASRoma) - Image

Gian Piero Gasperini, pimpin Roma menuju kemenangan di pertandingan pembuka Liga Eropa. (X/@ASRoma)

JawaPos.com–AS Roma mengawali kampanye Liga Eropa musim 2025/2026 dengan sempurna. Klub ibu kota Italia itu meraih kemenangan 2-1 di Allianz Riviera saat melawan kuda hitam Liga Prancis OGC Nice, pada Kamis (25/9) dini hari WIB.

Setelah pertandingan pelatih kepala Roma Gian Piero Gasperini menyesali penalti OGC Nice yang seharusnya tidak terjadi. Anak asuhannya perlu belajar dari kesalahan-kesalahan dalam laga ini.

Meski tampil sebagai tim tandang, Giallorossi era Gasperini selalu menjadi tim yang lebih banyak menguasai bola sepanjang 90 menit. Dua gol yang dihasilkan Roma terjadi di babak kedua dalam kurun waktu tiga menit.

Bahkan semuanya dicetak bek-bek Roma. Di awali dengan Evan N'Dicka yang berhasil menyundul bola dengan keras setelah sepak pojok Lorenzo Pellegrini pada menit ke-53 untuk membuka kebuntuan.

Dua menit berselang, Gianluca Mancini sebagai bek, berhasil overlap menusuk ke kotak penalti menyambut krosing cantik Kostas Tsimikas dengan kaki kanan, pemain pinjaman dari Liverpool yang mencatatkan asis pertama itu mengeksplor sisi kanan pertahanan Nice.

Tuan rumah memperkecil ketertinggalan ketika Nicolo Pisilli melakukan pelanggaran yang ceroboh terhadap Antoine Mendy dan sebenarnya dapat dihindari dengan mudah. Terem Moffi sebagai eksekutor dengan mudah menaklukkan Mile Svilar.

Mengutip dari Sky Sport Italia, pelatih Italia 67 tahun itu menyampaikan perasaan soal kesalahan yang menyebabkan Nice mendapatkan penalti.

"Kami (Roma) telah memainkan beberapa pertandingan dan memang benar bahwa pertahanan kami kuat sehingga tidak banyak tembakan tepat sasaran (ke gawang Mile Svilar)," buka Gasperini.

"Penalti itu adalah kesalahan yang lahir dari kenaifan, karena bola sudah keluar lapangan. Saya merasa kasihan pada (Nicolo) Pisilli, tetapi ini level permainan yang tinggi dan mereka perlu belajar cepat dari kesalahan ini," imbuh dia.

"Itu adalah penampilan level tinggi, masalahnya adalah bagaimana kami mendekati akhir pertandingan. Mereka yang masuk dari bangku cadangan tidak selalu memiliki energi yang tepat untuk membuat perbedaan," lanjut Gasperini.

“Ini bukan masalah mentalitas, tetapi kami membutuhkan sedikit lebih banyak (tenaga tambahan dari bangku cadangan), karena pertandingan sekarang ditentukan di menit-menit akhir,” tambah bekas juru taktik Atalanta itu.

"Dalam sepak bola modern, Anda dapat membuat empat atau lima perubahan (pergantian pemain) untuk membawa energi segar dan membawa pulang hasil, tetapi kami kesulitan menjelang akhir pertandingan," tandas dia.

Gasperini juga bersuara soal gol-gol Giallorossi yang tercipta dari dua beknya, bukan seorang penyerang yang tampil pada laga ini, Artem Dovbyk yang menjadi starter dan Evan Ferguson masuk dari bangku cadangan.

“Bukan hanya para penyerang, tetapi seluruh pergerakan menyerang tim. (Artem) Dovbyk sedang meningkatkan kebugarannya, kami harus berusaha meningkatkan konstruksi, penguasaan bola, dan menempatkan para penyerang dalam kondisi berbahaya," beber Gasperini.

“Kita perlu melihat keseluruhan fase serangan secara global. Tidak tepat hanya menyalahkan para penyerang tengah,” ucap dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore