
OGC Nice tunjukkan solidaritas untuk Moffi dan Boga, meski kalah 0-1 dari Angers di Liga Prancis.(Istimewa)
JawaPos.com - Pertandingan OGC Nice melawan Angers pada Minggu (7/12/2025) diwarnai aksi solidaritas yang kuat dari para pemain tuan rumah. Mereka turun ke lapangan dengan mengenakan jersey bertuliskan nama Terem Moffi dan Jeremie Boga, dua rekan setim yang menjadi korban serangan rasis dari pendukungnya sendiri.
Insiden tersebut membuat Moffi dan Boga memilih untuk tidak bermain sementara waktu. Keputusan itu datang jelang laga, memberi dampak signifikan pada kekuatan tim Nice yang akan melawan Angers.
Meski begitu, seluruh pemain menunjukkan dukungan penuh dengan cara yang sederhana namun bermakna menggunakan namesheet kedua pemain itu di bagian belakang jersey.
Aksi ini menjadi bentuk penegasan bahwa ruang ganti tetap bersatu dan menolak keras segala bentuk diskriminasi.
Suasana sebelum kick-off terasa berbeda, dengan banyak penonton yang memberi tepuk tangan ketika melihat dukungan visual tersebut.
Meskipun tidak bisa hadir di lapangan, nama Moffi dan Boga tetap mengalir sepanjang jalannya pertandingan melalui jersey rekan setim mereka.
Sayangnya, upaya Nice untuk meraih hasil positif tidak berjalan mulus. Angers tampil disiplin sejak menit awal dan berhasil mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut pada menit 33 lewat gol Y Belkhdim.
Nice berusaha menekan di sepanjang babak kedua, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Skor 0-1 bertahan hingga peluit panjang.
Kekalahan ini tentu menjadi catatan tersendiri, namun bagi banyak penggemar, sorotan utama berada pada pesan yang disampaikan tim.
Sepanjang laga, terasa jelas bahwa aksi solidaritas ini lebih besar dari sekadar pertandingan. Para pemain ingin menunjukkan bahwa mereka berdiri bersama menghadapi situasi yang menghantam dua rekan mereka.
Setelah pertandingan, suasana di stadion juga memperlihatkan dukungan publik.
Banyak suporter yang mengangkat spanduk penolakan rasisme dan memberikan apresiasi pada aksi tim. Insiden yang menimpa Moffi dan Boga menjadi pengingat bahwa dunia olahraga masih perlu terus memperjuangkan lingkungan yang aman, adil, dan menghargai semua pemain tanpa terkecuali.
Dengan atmosfer ruang ganti yang tetap solid, Nice berharap situasi bisa segera membaik.
Para pendukung pun menantikan momen ketika Moffi dan Boga kembali bermain bersama tim kali ini dengan dukungan penuh dan tanpa bayang-bayang serangan bernuansa kebencian.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
