
Simbol La Liga. (Futbolita)
JawaPos.com – Presiden La Liga Javier Tebas menilai pola belanja klub-klub Premier League dalam bursa transfer tidak sehat.
Dilansir dari laman Gazeta Express pada Rabu (24/9), Tebas menyebut laju investasi besar-besaran di liga Inggris tersebut tidak mungkin berlanjut dalam jangka panjang. Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan gelembung finansial yang akhirnya pecah.
Tebas mengungkapkan Premier League mencatat pengeluaran sekitar EUR 1 miliar atau Rp 19,6 triliun pada bursa transfer musim panas.
Sementara itu, La Liga hanya membelanjakan sekitar EUR 28 juta atau Rp 550 miliar pada periode yang sama. Perbedaan angka yang mencolok ini dinilai tidak wajar untuk keberlangsungan kompetisi.
Tebas menekankan bahwa meski Premier League mengungguli La Liga dalam pendapatan dan modal, keberhasilan tidak selalu sebanding dengan belanja besar.
Tebas menilai kinerja klub-klub Spanyol di kompetisi Eropa tetap seimbang dengan tim Inggris. Bahkan, beberapa tahun terakhir La Liga dianggap memiliki pencapaian yang lebih baik.
Presiden La Liga itu juga menyoroti rencana pemerintah Inggris yang mulai menerapkan regulasi ketat. Ia menyebut aturan untung-rugi menjadi sinyal peringatan bagi klub-klub Premier League.
Tebas melihat pemerintah tidak akan menerapkan sistem pengawasan jika tidak ada alasan mendesak.
Tebas memperingatkan bahwa kerugian besar yang dialami beberapa klub Premier League tidak dapat terus terjadi.
Tebas juga menyebut kerugian hingga EUR 1 atau Rp 19 triliun setiap tahun sebagai risiko yang harus segera diatasi. Kondisi tersebut diyakini akan mendorong Inggris memperketat aturan keuangan di masa depan.
Sementara itu, Tebas menanggapi kritik dari beberapa klub La Liga terkait batas gaji yang ketat. Ia menegaskan klub bebas berbelanja sesuai pendapatan, namun tidak diperbolehkan defisit besar. Sistem ini dianggap penting demi menjaga stabilitas finansial liga.
Tebas menambahkan bahwa fleksibilitas aturan telah diberikan dengan tetap mengutamakan keseimbangan anggaran.
