
Presiden La Liga Javier Tebas menyampaikan kritik pedas terhadap format baru FIFA Club World Cup. (footballtoday)
JawaPos.com - Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik pedas terhadap gelaran FIFA Club World Cup 2025 yang kini diperluas menjadi 32 tim. Dalam pernyataan tegas saat menghadiri acara La Liga baru-baru ini, Tebas secara terang-terangan menyebut turnamen tersebut sebagai ancaman bagi ekosistem sepak bola dunia dan menyerukan agar kompetisi itu dihapuskan sepenuhnya.
"Tujuan saya jelas, tidak ada lagi Club World Cup," ujar Tebas dikutip dari Daily Mail.
Ia menilai kehadiran turnamen ini tidak hanya mengganggu jadwal, tetapi juga tidak memiliki nilai ekonomi dan sportivitas yang memadai untuk dilanjutkan.
Turnamen yang kini digelar di Amerika Serikat ini memang sejak awal memicu kontroversi. Meskipun Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat optimistis akan mampu menarik massa dan memenuhi stadion, kenyataannya jauh dari harapan.
Laga pembuka yang mempertemukan Inter Miami tim yang dipimpin Lionel Messi melawan Al Ahly dari Mesir, justru mencatatkan penjualan tiket terendah sepanjang sejarah. FIFA bahkan terpaksa menurunkan harga tiket, namun tetap gagal menarik minat penonton secara signifikan.
Situasi kian memprihatinkan saat laga Chelsea menghadapi Los Angeles FC. Pertandingan tersebut hanya dihadiri sekitar 22.000 penonton di stadion Mercedes-Benz yang berkapasitas 71.000 kursi. Sebagian besar tribun bahkan harus ditutup karena sepinya peminat.
"Saya hanya menonton 25 menit pertandingan Chelsea dan jujur saja, rasanya seperti laga pramusim. Tidak ada intensitas sama sekali," cetus Tebas.
Ia menegaskan bahwa turnamen ini sudah tidak memiliki tempat lagi dalam kalender sepak bola yang sudah sangat padat.
Menurut pria berusia 62 tahun itu, keberadaan FIFA Club World Cup versi baru hanya menguntungkan segelintir klub dan pemain, sembari merusak keseimbangan industri sepak bola secara keseluruhan.
"Turnamen ini tidak punya ruang, baik dari sisi jadwal, ekonomi, maupun keberlanjutan olahraga. Lebih baik kembalikan seperti format sebelumnya, yang hanya digelar di akhir pekan," tegasnya.
Hingga saat ini, turnamen tersebut dinilai sebagai kegagalan besar bagi Gianni Infantino. Antusiasme yang diharapkan tak kunjung datang, dan sorotan media lebih banyak mengarah pada kursi kosong ketimbang aksi di lapangan.
Meski ada kemungkinan peningkatan minat di babak gugur, awal penyelenggaraan FIFA Club World Cup 2025 ini sudah memberi sinyal kuat sebagai proyek ambisius yang tidak berjalan sesuai rencana.
