Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 23.30 WIB

Ruben Amorim Pasrah soal Masa Depannya Setelah Kekalahan Memalukan United di Derby Manchester: Siap Terima Keputusan Apa Pun

Rekor buruk Ruben Amorim menular ke Manchester United di awal musim ini. (Dok. Manchester United) - Image

Rekor buruk Ruben Amorim menular ke Manchester United di awal musim ini. (Dok. Manchester United)

JawaPos.com–Ruben Amorim pasrah dengan keputusan petinggi Manchester United. Kekalahan memalukan Setan Merah dari Manchester City dalam derby di Stadion Etihad pada Minggu (14/9) malam yang berakhir dengan skor 0–3.

United hanya meraih empat poin dari empat laga musim ini. Klub mencatat awal terburuk di Liga Inggris dalam 33 tahun terakhir. Rekor individu Amorim semakin suram dengan persentase kemenangan terburuk dari semua pelatih Setan Merah.

Lebih parahnya lagi, sejak Amorim ditunjuk memimpin kursi kepelatihan di Old Trafford November lalu, United mengumpulkan poin paling sedikit di antara semua tim Liga Inggris dengan rata-rata satu poin per pertandingan, dengan selisih gol -13.

Mengutip dari Sky Sports, pelatih asal Portugal berusia 40 tahun itu angkat bicara terkait performa timnya yang semakin memburuk dari hari ke hari. Dia pasrah dengan masa depannya bersama Setan Merah.

"Performanya tidak bagus. Di momen-momen penting, mereka lebih baik dari kami,” ujar Ruben Amorim setelah United menelan kekalahan 3-0 dari City.

"Saya berusaha bersikap rasional. Saya melihat rekam jejak. Saya memahami rasa frustrasi dan siap menerima keputusan yang menyertainya. Saya menerima kritik. Itu saja," lanjut eks pelatih Sporting CP itu.

Amorim juga menyampaikan pesan untuk para penggemar United yang pasti kecewa dengan kekalahan menyakitkan dalam derby Manchester yang beberapa pertemuan terakhir rekornya masih lebih baik untuk Setan Merah.

"Pesan saya? Saya akan melakukan segalanya. Selalu memikirkan yang terbaik untuk klub. Sampai saya di sini, saya akan melakukan yang terbaik. Selebihnya bukan keputusan saya. Saya lebih menderita (daripada para penggemar)," tandas Ruben Amorim.

Pria kelahiran Lisboa itu juga angkat bicara mengenai banyaknya kritik yang ditujukan kepada sistem dan filosofi permainan 3-4-2-1 yang sejauh ini dianggap merugikan tim dan individu para pemain ketika harus melakukan penyesuaian yang panjang.

"Ada banyak hal yang tidak Anda ketahui apa yang terjadi selama beberapa bulan ini, tetapi saya menerimanya. Ketika saya ingin mengubah filosofi saya, saya akan berubah. Jika tidak, Anda harus mengubah orangnya,” kata Amorim.

"Dan kami membicarakan hal itu setiap pertandingan yang kami kalahkan. Saya tidak percaya pada sistem itu atau apa pun. Jadi saya bermain dengan cara saya sendiri dan saya akan bermain dengan cara saya sampai saya ingin mengubahnya,” tegas dia.

"Saya mengerti bagaimana cara bermain sepak bola dan hasil pertandingan menentukan narasinya. Saya melihatnya seperti itu. Saya tahu itu. Para penggemar tidak ingin mendengar hal ini. Saya tidak membohongi diri sendiri. Saya sudah melihat rekornya dan saya menerima keputusan apa pun,” ucap Ruben Amorim.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore